Curhat Survivor Kanker Febria Silaen, Berhasil Jalani Kemoterapi karena Anak

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 05 Februari 2020 20:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 481 2163963 curhat-survivor-kanker-febria-silaen-berhasil-jalani-kemo-terapi-karena-anak-AM1DouL1hI.jpg Febria Silaen dan putrinya, Janet. (Foto: Instagram/@febriasilaen)

PENYINTAS Kanker, Febria Silaen, harus menghadapi stigma yang membuatnya pilu saat menjalani kemoterapi. Namun ada cara lain yang membuatnya nyaman dan melawan stigma tersebut.

Selama menjalani kemoterapi, Febri Silaen merasa tidak enak makan. Sampai ia pun menangis karena tak kuat menerima cobaan sakit yang berlipat-lipat.

"Padahal bisa makan satu hingga tiga suap nasi plus lauk yang disebut ikan gabus itu adalah perjuangan. Terus apalagi? Wah banyak deh. Badan lagi sakit karena kemoterapi, lalu telinga dan hati disakiti enggak perlu baper kelamaan. Secukupnya saja!," ucap Febri Silaen di Instagram pribadinya.

Febria Silaen tidak memungkiri kalau sering meluapkan seluruh emosi dan beban pikirannya dengan menangis. Kendati demikian, dia tidak mau ada orang lain yang mengetahui hal tersebut.

Alhasil, kamar mandi dan ruangan yang sedikit remang menjadi tempat pilihannya untuk berkelah kesah, menitikkan air mata, sekaligus berdoa kepada Yang Maha Kuasa.

Satu-satunya sumber kekuatan yang ia miliki dalam menjalani cobaan ini adalah keberadaan sang malaikat kecil, yang tak lain adalah buah hatinya yang bernama Janet.

"Anak saya Janet, dia adalah orang terdekat yang enggak pernah maksa saya makan ini itu. Harus ini itu. Bahkan dia bisa beradaptasi dengan perubahan saya yang tidak bisa sekuat dulu. Ada kala saya harus istirahat lebih banyak ketimbang menemaninya bermain," tutur Febria Silaen.

febria silaen

Sebelum menutup cerita, perempuan 40 tahun ini menyampaikan beberapa tips kepada para penyintas kanker. Pertama, sampaikan kepada orang terdekat, makanan yang mungkin bisa membuat Anda selera makan.

Karena menurut penuturan dokter onkologi, saat menjalani kemoterapi, pasien diperkenankan untuk mengonsumsi makan apa saja. Terutama makan yang dapat meningkatkan selera makan Anda.

"Wong badan lagi disakiti ya kok enggak makan, malah pilih-pilih yang enggak berselera. Pengalaman saya, setiap habis kemoterapi saya makan croissant kismis bikinan teman sendiri. Makan ubi kukus atau buah pir. Tempe goreng nyam. Terakhir, jangan berlebihan. Saya pernah konsumsi wortel banyak sekali. Saya enggak bisa cek laboratorium, karena saya kelebihan betakaroten," tandasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini