Virus Korona Merebak, Ajang Fashion Week Dunia Lebih Sepi

Tiara Syifa, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 02:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 06 194 2164561 virus-korona-merebak-ajang-fashion-week-dunia-lebih-sepi-2yxMd7wkOu.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

AJANG fashion week dunia, London Fashion Week dan Milan Fashion Week, biasanya paling ditunggu-tunggu fashionista. Namun, karena merebaknya virus korona, tak banyak orang berminat menyaksikan ajang ini.

Padahal di ajang fashion show kelas dunia itu, menjadi kesempatan besar bagi desainer untuk mempromosikan produk andalan mereka. Acara yang bakal dihelat 14-18 Februari 2020 dan 18-24 Februari 2020, nampaknya akan ada sedikit perbedaan.

Dilansir Okezone dari SCMP, Kamis (6/2/2020), ratusan department store dan pembeli dari China tidak dapat menghadiri fashion week di London dan Milan. Info itu disampaikan oleh panitia dari kedua acara tersebut.

Namun, kedua pihak acara fashion week itu mengharapkan pembeli dari China dapat melakukan pemesanan secara online. Keduanya berjanji untuk meningkatkan cakupan virtual, terhadap pertunjukan catwalk dan promosi produknya.

ilustrasi

Penyelenggara dari Inggris itu juga memperkirakan, kehadiran orang China berkurang secara signifikan.

Menanggapi hal ini, British Fashion Council (BFC) juga sedang melakukan segala upaya untuk menjangkau audiens di China dengan penawarannya dari London Fashion Week 2020 yang akan mulai pada 13 Februari.

“Kami sangat berharap teman-teman dan rekan kami di China baik, kemudian dapat segera melakukan perjalanan ke London,” kata CEO BFC Caroline Rush.

Caroline Rush menambahkan, tempat diselenggarakannya acara tersebut, akan melewati tahap pembersihan yang ketat setiap malam dan akan menyediakan hand sanitizer.

Sementara itu, panitia Italia Fashion Week mengatakan, sekira 1000 pembeli, jurnalis dan penata gaya, kemungkinan akan kehilangan kesempatan besar itu.

Sebabnya, saat ini virus korona telah menginfeksi lebih dari 28 ribu orang di banyak negara, dengan 565 korban jiwa. Namun sejauh ini hanya sedikit kasus yang dikonfirmasi di luar China.

The National Chamber for Italian Fashion (CNMI) memperkirakan, epidemi ini dapat menyebabkan penurunan sebanyak 1,8 persen dalam penjualan di industri Italia, dalam 6 bulan pertama pada 2020.

Tiga brand dari China, termasuk Angel Chen mengatakan, brand-nya tidak dapat menghadiri fashion week yang diselenggarakan di Milan, Italia. Hal ini karena penutupan pabrik pembuat merek tersebut, menyelesaikan produksi sebelum fashion week di Milan diselenggarakan, yaitu 18 Februari 2020.

Panitia Milan Fashion Week juga menawarkan beberapa inisiatif. Seperti mengadakan pertemuan dengan desainer dari balik layar.

Di sisi lain, ketua CNMI Carlo Capasa berupaya akan melakukan hal terbaik, agar dapat menyampaikan perasaan dan konten fashion. Khususnya kepada orang-orang yang tidak dapat menghadiri catwalk.

“Alih-alih memasang tembok, mari kita bangun jembatan dengan China, seperti yang dilakukan orang lain untuk mengirim pesan positif dan terpadu terhadap ketidaktahuan dan prasangka,” kata Carlo Capasa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini