Terkait Pendeteksi Virus Korona Unair, Kemenkes: Kami Harus Klarifikasi Dahulu

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 06 Februari 2020 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 06 481 2164107 unair-klaim-punya-reagen-virus-korona-kemenkes-kami-harus-klarifikasi-dahulu-JXX99h1rXR.jpeg Kepala Pusat Litbankes Kemenkes dr Vivi Setiawaty (Foto: Ummu/Okezone)

Belum lama ini Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menyatakan secara resmi telah memiliki reagen virus korona baru (2019-nCoV). Dalam keterangannya, Unair bekerja sama dengan Kobe University Jepang.

Bahkan, dijelaskan Rektor Unair Prof. Dr. Mohammad Nasih, reagen virus korona yang dimiliki institusinya memiliki keakuratan hingga 99 persen. Kemudian, proses pengujiannya pun hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja.

Kabar ini tentu membahagiakan bagi masyarakat Indonesia. Sebab, dengan adanya reagen tersebut masyarakat yang merasa khawatir memiliki gejala infeksi virus korona dapat mengetahui kepastian diagnosanya.

Namun, di lain sisi, saat Okezone coba mengonfirmasi Kementerian Kesehatan terkait temuan Unair ini, mereka menyatakan bahwa sampai sekarang belum melakukan klarifikasi terhadap reagen yang dimiliki laboratorium di Lembaga Penyakit Tropis Universitas Airlangga tersebut.

Kemenkes

"WHO sudah mengeluarkan protokol terkait dengan reagen virus korona. Nah, kalau ada yang bilang bisa, kita harus klarifikasi terlebih dahulu, sekarang kita belum klarifikasi," kata Kepala Pusat Litbangkes Kementerian Kesehatan dr. Vivi Setiawaty, M.Biomed, di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu 5 Februari 2020.

Vivi menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan belum melakukan klarifikasi terhadap reagen yang dimiliki Unair. Meski begitu, Kemenkes menyatakan mendukung semua laboratorium yang bisa melakukan pemeriksaan. "Tapi, semua harus terkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan," sambungnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini