nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua YKI : 80% Klaim Obat Tradisional Sembuhkan Kanker Itu Hoax!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 07:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 07 481 2164666 ketua-yki-80-klaim-obat-tradisional-sembuhkan-kanker-itu-hoax-u18bUiYpqy.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Masih banyak orang yang memilih pengobatan alternatif untuk mengobati kanker dan penyakit berbahaya lainnya. Ya, alih-alih berkonsultasi dengan para dokter spesialis, mereka justru lebih nyaman menggunakan obat tradisional karena diklaim lebih terjangkau, meski khasiatnya belum terbukti.

Fenomena ini bisa dilihat dari semakin maraknya penjualan obat tradisional yang sering berseliweran di media sosial hingga spanduk-spanduk di pinggir jalan.

Menanggapi hal tersebut, Prof Dr dr Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP, selalu Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menegaskan bahwa 80% informasi tentang obat tradisional yang beredar di tengah masyarakat Indonesia adalah hoax.

Ketua YKI

"Kebanyakan hoax. Pakai donk obat yang sudah terbukti, jangan obat yang belum terbukti. Pasalnya, banyak obat tradisional yang belum terbukti khasiatnya," tegasnya saat ditemui di RS Dharmais, Jakarta Barat, Kamis 6 Februari 2020.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Formularium Nasional Prof dr Iwan Dwi Prahasto, M,Med, Sc, Ph. Menurut penuturannya, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menetapkan apakah obat tradisional ini memang layak dikonsumsi dan berkhasiat menyembuhkan kanker.

"Obat tradisional ini komponenannya banyak sekali, sementara penanamannya juga berbeda-beda. Bahkan, untuk spesies yang sama manfaatnya juga berbeda-berbed. Apalagi bila ditanam di tempat yang berbeda-beda pula. Semuanya itu berpengaruh," tegas Prof Iwan.

Prof Iwan menambahkan, dalam dunia agrikultur sendiri sebetulnya terdapat ketentuan khusus dalam membudidayakan tanaman herbal yang digunakan sebagai salah satu elemen terpenting dalam meracik obat tradisional.

Dokter

Bila tanaman tersebut tidak dibudidayakan sesuai dengan ketentuan good agricultural practice yakni, menyangkut, kelembapan tanah, kadar air, dan jadwal panennya, maka sebaiknya masyarakat tidak menelan mentah-mentah informasi yang mereka dapatkan.

"Tidak boleh begitu saja kita percaya tentang kemanfaatan obat tradisional itu. Di samping itu, saat ini juga tidak ada uji klinis yang solid yang menunjukkan bahwa obat tradisional lebih baik dibandingkan obat kanker yang ada. Itu yang menjadi PR kita," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini