Share

Atasi Virus Korona, China Gunakan Obat Tradisional dari Tanduk Kerbau dan Melati

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 07 481 2164683 atasi-virus-korona-china-gunakan-obat-tradisional-dari-tanduk-kerbau-dan-melati-QYfE0jUQrP.jpg China kembangkan obat tradisional untuk atasi virus korona (Foto : Nytimes)

Pemerintah China terus berupaya untuk bisa mencari penyelesaian dari wabah virus korona yang membunuh ratusan warganya. Hingga saat ini, virus korona baru (2019-nCoV) telah menginfeksi 27.649 orang dan menewaskan 564 jiwa.

Selain membangun rumah sakit khusus wabah virus korona, pemerintah China pun diketahui telah menerapkan pengobatan tradisional untuk mengatasi pasien terinfeksi. Ya, obat tradisional ini dianggap mampu mengobati infeksi virus korona.

Obat tradisional itu adalah 'Pill Peaceful Palace Bovine' (PPPB). Obat ini yang kemudian dicampur dengan anti-virus dan diberikan kepada pasien. Siapa sangka, obat tradisional itu terbuat dari bahan-bahan alami seperti batu empedu sapi, tamduk kerbau, melati, dan mutiara.

Dilansir dari The New York Times, pemerintah China menggunakan obat tradisional tersebut sebagai bentuk nasionalisme juga. Hal ini sesuai dengan pernyataan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Obat Tradisional

Bagi Xi Jinping pengguaan obat tradisional adalah memanfaatkan sumber daya alam dan ini merupakan kebanggaan bangsa Tiongkok. Dia mengatakan bahwa para pejabat harus lebih mementingkan obat-obatan Cina tradisional seperti halnya obat-obatan Barat. Pemerintahnya telah menyerukan agar solusi dipromosikan melalui jalur perdagangan.

Penggunaan obat tradisional China untuk atasi virus korona ini pun didukung ahli farmasi. "Saya pikir itu adalah pendekatan yang benar," kata Cheng Yung-chi, seorang profesor farmakologi di Fakultas Kedokteran Universitas Yale. "Buktinya akan datang dan kita harus memberinya ruang untuk melihat manfaat dari keraguan yang terjadi," sambungnya.

Tidak ada bukti klinis bahwa PPPB dapat membantu memerangi penyakit mematikan. Namun, praktisi menjelaskan bahwa obat tradisional tersebut dapat membantu meringankan gejala seperti pembengkakan paru-paru dengan efek samping yang lebih ringan.

Di sisi lain, kritikus pengobatan menyatakan bahwa penggunaan obat tradisional tersebut dapat meningkatkan kekhawatiran tentang keselamatan pasien. Meski mendapat penolakan, obat tradisional China sebelumnya pernah dipergunakan untuk wabah SARS pada 2002 dan 2003.

Jadi, pengobatan pertama menggunakan steroid yang digunakan untuk mengurangi peradangan. Namun, efek sampingnya malah terjadi kerusakan tulang. Nah, mengetahui hal tersebut dokter kemudian menggunakan obat tradisional China untuk meminimalisir dampak steroid dan berhasil.

Obat China

Dokter sedang melakukan uji klinis untuk menguji kemanjuran pengobatan tradisional Tiongkok di Wuhan, pusat penyebaran wabah koronavirus, kata Dr. Cheng, pakar di Yale, yang juga ketua Konsorsium untuk Globalisasi Pengobatan Tiongkok, sebuah kelompok dari akademisi di lapangan.

Jiang Xianfeng, seorang praktisi pengobatan tradisional Tiongkok di United Family Health, sebuah rumah sakit terkemuka bagi orang kaya di Beijing, mengatakan obat-obatan ini aman, efektif, dan mudah didapat.

"Pengobatan Barat tidak memiliki jawaban yang lebih baik untuk virus ini," kata Jiang. "Orang-orang Tiongkok telah mengalami malapetaka semacam ini berkali-kali dalam ribuan tahun sejarah kita. Jika pengobatan tradisional Tiongkok tidak efektif, orang-orang China sudah musnah."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini