nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyebab Kanker Bisa Kambuh, Kontrol Seumur Hidup untuk Mencegah

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 13:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 07 481 2164846 penyebab-kanker-bisa-kambuh-kontrol-seumur-hidup-untuk-mencegah-hD2nHIGVDh.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

TAK jarang penyintas kanker yang dinyatakan sembuh, bisa kembali sakit. Bahkan sel kankernya semakin menyebar ke organ tubuh lainnya.

Seperti yang sempat dialami oleh Ustadz Arifin Ilham dan artis Ria Irawan, sebelum akhirnya meninggal dunia. Anda pun tentu bertanya-tanya mengapa penyintas kanker dapat mengalami hal itu.

Ahli dan Pemerhati Kanker Prof Dr dr Soehartati A Gondhowiardjo, SpRad(K), OnkRad, menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat penyintas kanker kembali sakit. Faktor tersering adalah kanker tergolong tumor ganas atau benjolan yang tidak normal di badan dan tidak punya batas.

sel kanker

"Kalau tumor jinak itu ada batas kayak balon ada airnya, yang dicongkel, keluar, selesai. Kalau kanker tidak. Dia masuk di antara sel normal," ujarnya saat ditemui di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat, Kamis 6 Februari 2020.

Selain itu, kata Prof Soehartati, sel kanker memiliki kemampuan hidup di tempat lain. Terlebih bila ada pembuluh darah yang terbuka. Sel kanker bisa langsung masuk ke dalamnya.

"Itulah yg menyebabkan bahwa kanker itu sangat berbahaya bisa menyebabkan kematian. Karena dia mempunyai kemampuan untuk hidup," tambah dia.

Oleh karena itu, para pasien kanker sebelum menjalani pengobatan, harus diperiksa terlebih dulu seluruh fungsi organ di tubuhnya. Mulai dari liver, tulang, otak, paru, dan masih banyak lagi.

Bila ada organ yang sekiranya bisa dihinggapi sel kanker, ada kemungkinan pasien akan mengidap kanker stadium empat. Kalau sudah demikian, pengobatannya pun akan menjadi berbeda.

"Gambarannya seperti ini, satu titik ujung bolpoin ini, isinya 10 pangkat sembilan kalau kanker. Sel-sel itu kecil sekali. Jadi ada kemungkinan saat dinyatakan bersih ya mungkin hanya saat itu saja," ungkap Prof Soehartati.

Contoh paling sederhana bisa merujuk pada kanker payudara. Pasien yang mengidap penyakit ini diklaim memiliki kemungkinan kambuh yang lebih besar dibandingkan jenis kanker lainnya.

"Dua tahun pertama itu paling sering terjadinya kekambuhan. Kemarin ada yang datang ke saya, dia bilang pernah berobat sama saya tahun 1991 artinya sudah 27 tahun lalu, tapi kambuh dan muncul lagi," tutur Prof Soehartati.

ilustrasi

Untuk menghindarinya, Prof Soehartati selalu menganjurkan kepada semua pasien kanker harus melakukan kontrol sepanjang hidupnya. Karena sewaktu-waktu, sel kanker itu bisa muncul lagi tanpa disadari.

"Saya tegaskan semua kanker memiliki kemungkinan untuk kambuh. Jadi meski sudah dinyatakan sembuh, harus tetap kontrol secara rutin," tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini