Paling Banyak Bunuh Kaum Adam, 26 Ribu Orang Indonesia Meninggal karena Kanker Paru

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 07 481 2165096 paling-banyak-bunuh-kaum-adam-26-ribu-orang-indonesia-meninggal-karena-kanker-paru-XDN9blRn2d.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KANKER paru adalah salah satu kanker paling mematikan di dunia, di antara kanker lainnya. Menurut data Globocan 2018, sejumlah 26.095 orang di Indonesia meninggal karena kanker paru-paru setiap tahunnya, dengan 30.023 kasus baru, tertinggi di Asia Tenggara.

Pengentasan kanker paru menjadi penting mengacu pada data Globocan 2018 dimana persentase angka kematian kanker paru di Indonesia mencapai 19,3 persen dibandingkan dengan total kematian dari seluruh kanker lainnya.

Penyakit ini merupakan kanker penyebab kematian terbanyak bagi pria sebanyak 22,8 persen dan menjadi salah satu penyebab kematian utama bagi perempuan sebanyak 14,2 persen.

Prof.Dr.dr Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FINASIM, FACP, mengatakan masyarakat Indonesia patut waspada dengan jumlah penderita kanker yang terus meningkat di Indonesia, termasuk kanker paru.

menjadi salah satu penyebab kematian utama bagi perempuan sebanyak 14,2 persen

"Salah satu penyebab utamanya adalah gaya hidup yang merupakan penyebab 90 persen-95 persen dari terjadinya kanker, seperti pola makan yang tidak sehat, merokok, obesitas, infeksi hingga konsumsi alkohol, sedangkan sisanya diakibatkan oleh faktor keturunan," tegas Prof. Aru seperi dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (7/6/2020).

Prof. Aru menambahkan, sangat penting bagi setiap orang untuk melakukan upaya menurunkan berat badan menjadi ideal, membangun pola makan yang sehat, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur.

Hal tersebut dinilai dapat mencegah kemungkinan kanker hinggal 30 persen-35 persen, disertai dengan deteksi kanker atau skrining guna membantu diagnosa lebih dini sehingga memungkinkan pengobatan dengan hasil yang baik.

Albert Charles Sompie, penyintas kanker paru dan anggota support group YKI Pusat mengatakan, melawan kanker bukanlah hal yang mudah. Selain pengobatan, juga diperlukan dukungan keluarga dan orang terdekat sekaligus seluruh elemen masyarakat.

"Dengan memahami dan mendapatkan pengobatan yang tepat, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan pasien kanker," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini