Mengenal Puasanya Tatung sebelum Atraksi di Perayaan Cap Go Meh

Ade Putra, Jurnalis · Sabtu 08 Februari 2020 08:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 08 612 2165283 mengenal-puasanya-tatung-sebelum-atraksi-di-perayaan-cap-go-meh-x3Dlm13798.jpg Ilustrasi Tatung. Foto: Indonesia Travel

BICARA mengenai perayaan Cap Go Meh, tentu tak lepas dari atraksi tatung. Tatung adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur. Dimana raga atau tubuh orang tersebut dijadikan alat komunikasi atau perantara antara roh leluhur atau dewa tersebut.

Dengan menggunakan mantra dan mudra tertentu, roh dewa dipanggil ke altar kemudian akan memasuki raga orang tersebut. Tatung ini sering dijumpai saat perayaan Cap Go Meh, atau 15 hari setelah Tahun Baru Imlek.

Di Kalimantan Barat, perayaan Cap Go Meh dikemas dalam festival. Seperti di Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang. Nantinya para tatung akan pawai mengelilingi jalan protokol sambil beratraksi.

Tatung Cap Go Meh. Foto: Ade Putra/Okezone 

Di dua daerah ini, setidaknya ada ratusan tatung yang beratraksi. Tentu, tak semudah yang dipikirkan. Sebelum beratraksi dengan benda-benda tajam, para tatung harus melakukan segala macam ritual. Salah satunya harus melakukan puasa mutih (putih) beberapa hari menjelang perayaan Cap Go Meh. Puasa ini, hanya boleh makan nasi putih saja.

Ritual sebelum jadi Tatung. Foto: Ade Putra/Okezone

"Kalau saya puasanya mulai tanggal 12 kalender China. Ada pantangan makan. Ini puasa sebelum tampil pada hari H, 8 Februari," jelas Novalia Lisa, warga Kabupaten Bengkayang yang setiap tahunnya menjadi tatung di perayaan Cap Go Meh. 

Gadis 21 tahun yang akrab dipanggil Aji ini mengatakan, ritual berpuasa yang dijalaninya selama 3 sampai 4 hari. "Saya hanya makan nasi sama gula. Karena kalau kami itu kan (dirasuki) dewa, jadi puasa tidak makan yang berdarah-darah panas dan daging. Kalau saya itu hanya makan nasi sama gula tiga, dan itu berlaku selama 3-4 hari sampai hari H," ucapnya.

Lamanya puasa ini relatif. Mulai dari 3 sampai 4, sepekan dan selama 12 hari. Semua tergantung dari orang yang mau menjalankannya. Puasa mutih ini dilakukan sebagai salah satu bagian ritual agar tidak terluka ketika melakukan atraksi tatung.

Selain puasa mutih, juga harus melakukan doa di kelenteng tempatnya turun. Doa meminta untuk dijaga agar jangan sampai terluka ketika beratraksi dengan benda-benda tajam. Karena, dalam atraksi nanti, tatung bermain dengan benda tajam. Baik diinjak maupun digoreskan ke tubuh.

"Selain itu, sehari sebelum tampil saat Cap Go Meh, saya juga melakukan prosesi pemandian dengan kembang yang menghadap ke langit dan melakukan sembahyang. Tujuannya sama," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini