Barongsai Berasal dari Bahasa Jawa dan Hokkien, Ini Penjelasannya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 08 Februari 2020 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 08 612 2165400 barongsai-berasal-dari-bahasa-jawa-dan-hokkien-ini-penjelasannya-f4963xDByq.jpg Ilustrasi. Foto: Nchrist

TAHUN Baru China atau biasa disebut dengan Imlek selalu identik dengan atraksi Barongsai. Tak hanya itu, Cap Go Meh yang merupakan rangkaian akhir dalam tradisi Imlek juga kerap dimeriahkan dengan atraksi Barongsai.

Uniknya banyak masyarakat yang belum tahu, bahwa nama Barongsai bukanlah berasal dari bahasa China, melainkan dari bahasa Jawa. Merangkum dari Taoism Directory, Jumat (8/2/2020), Barongsai didasarkan pada kata 'barong' dari Jawa.

Sementara kata 'say' memiliki makna lain, yang berarti singa dalam bahasa Hokkien. Tarian Singa atau biasa disebut dengan Barongsai adalah simbol kebahagiaan, kegembiraan, dan kesejahteraan.

 

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Singa dianggap sebagai simbol dominasi atau kekuatan. Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, keluarga akan menjadi yang terbesar jika anak mereka lahir di Tahun Naga.

Lion Dance atau disebut Barongsai dan Liong (Ular Naga) biasanya menari sambil diiringi dengan suara petasan. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa petasan mampu mengusir energi negatif dan akan membasuh semua tempat yang dilewati oleh Barongsai.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini