Orangtua Ajarkan Anak Bahasa Inggris Sedini Mungkin? Begini Kata Psikolog

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 09 Februari 2020 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 09 196 2165636 orangtua-ajarkan-anak-bahasa-inggris-sedini-mungkin-begini-kata-psikolog-nc6CvgRiwA.jpg Ilustrasi (Foto : Parenting)

Untuk bisa bersaing di dunia global, kemampuan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional memang penting. Maka tidak heran, banyak orangtua sekarang memasukkan anak-anaknya ke sekolah internasional yang memiliki kurikulum pelajaran berbahasa Inggris.

Bahkan bukan lagi sekolah dasar, namun sejak taman kanak-kanak. Sedangkan anak yang tidak bersekolah di sekolah internasional, biasanya mendapatkan les bahasa Inggris tambahan.

Dengan ini, maka di lingkungan sekitar sehari-hari kita sudah familiar bukan melihat anak-anak kecil berkomunikasi bahasa Inggris dengan cukup fasih. Baik berkomunikasi kepada orangtuanya, ataupun kepada sesama teman.

Ibu dan Anak

Namun sebetulnya, apakah bahasa asing contohnya bahasa Inggris begitu wajib diajarkan kepada anak sedini mungkin? Dari kacamata psikolog anak Sani Hermawan, dijelaskan sebetulnya memperkenalkan bahasa lain sedari anak masih kecil itu sifatnya sah-sah saja. Namun yang mesti para orangtua ingat, anak tetap harus fasih berbahasa bahasa ibu, atau yang biasa disebut “mother tongue”.

“Perkenalan bahasa lain sejak kecil, di usia anak sekolah taman kanak-kanal atau usia playgroup boleh-boleh saja. Tapi sebenarnya, mother tongue yang sesuai dengan kebangsaan anak yang utama. Misal ya kita orang Indonesia, ya anak harus bisa berbahasa Indonesia itu yang tetap utama,” papar Sani Hermawan, saat dihubungi Okezone baru-baru ini.

Sani mengungkapkan pentingnya anak untuk bisa bahasa ibu ini bukan sekedar soal komunikasi. Namun juga pembentukan jati diri sang anak itu sendiri. Jika anak sampai tidak fasih berbahasa bahasa ibunya sendiri, bahasa sesuai nationality yang dimiliki.

Sani berpendapat, tanpa disadari hal ini bisa membuat gagal pembentukan jati diri sang anak. Sebab adanya hambatan pada pengembangan diri, bersosialisasi dan tingkat kepercayaan diri.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini