nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Daycare, Titip Nenek atau Pengasuh, Mana yang Terbaik untuk Tumbuh Kembang Anak?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 09 Februari 2020 19:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 09 196 2165758 daycare-titip-nenek-atau-pengasuh-mana-yang-terbaik-untuk-tumbuh-kembang-anak-PbOe9ayrny.jpg Ilustrasi (Foto : Momjunction)

Banyak orangtua yang terpaksa menitipkan anak mereka kepada nenek, atau tempat penitipan anak seperti daycare. Bahkan, keberadaan daycare belakangan ini semakin meningkat seiring bertambahnya permintaan konsumen, terutama para orangtua milenial.

Daycare seolah menjadi bagian dari gaya hidup yang tak terpisahkan di kalangan orangtua milenial, terkhusus bagi mereka yang enggan menggunakan jasa pengasuh anak di rumah.

Hal tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan menarik. Apakah daycare dapat memenuhi kebutuhan anak, termasuk membantu tumbuh kembangnya? Atau justru lebih baik menitipkan anak kepada keluarga mereka seperti nenek atau saudara terdekat?

Daycare

Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi, menegaskan bahwa tempat penitipan anak seperti daycare bukanlah pilihan terbaik, meskipun tempat ini memiliki beragam fasilitas dan aktivitas menarik.

"Seringkali saya mengatakan jika mengisi parenting, jangan mensubkontrakkan anak ke tangan orang lain karena orangtua harus bertanggung jawab penuh pada anaknya sendiri. Daycare, pengasuh, nenek atau kakek itu hanya membantu melengkapi, bukan pilihan utama. Karena tempat terbaik anak adalah bersama orangtuanya," ungkapnya saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, Minggu (9/2/2020).

Mei menambahkan, baik daycare maupun rumah nenek sejatinya tidak ada yang dapat menggantikan orangtua. Hanya, dalam beberapa kasus ada nenek yang dapat mengasuh anak lebih baik daripada daycare.

Oleh karena itu, orangtua diminta cermat untuk memutuskan tempat terbaik untuk menitipkan anak-anak mereka. Alangkah baiknya, bila tempat tersebut dapat memberikan dampak positif bagi tumbuh kembangnya.

Perlu diingat pula bahwa kebiasaan menitipkan anak ini secara tidak langsung dapat memengaruhi kepercayaan diri anak. Karena tidak merasa dekat dan mendapatkan kasih sayang langsung dari orangtua mereka.

"Dampak negatifnya, anak akn merasa diabaikan dan anak akan tumbuh berkembang tanpa arahan. Syukur-syukur kalau mereka dapat lingkungan yang baik. Bagaimana kalau kebetulan anak berada di lingkungan yang kurang baik?," tegasnya.

Mei menegaskan bahwa investasi terbaik yang bisa diberikan orangtua kepada anak-anaknya, bukan sekadar uang atau materi, tetapi juga waktu yang berkualitas.

Ibu dan Anak

"Kalau materi, saya yakin semua orangtua bisa. Tapi kalau waktu, saya rasa sekarang jarang orangtua yang bisa memberikannya. Maka dari itu, saya selalu sampaikan saat mengisi parenting di TK dan SD, "Ayah bunda, bersabarlah 6 tahun ini (ketika anak masuk SD) berikan waktu Anda dan semua yang dapat Anda berikan ke anak," kata Mei.

"Karena saat mereka remaja (SMP) mereka sudah tidak butuh Anda. Anak remaja itu cenderung lebih memilih teman-temannya," timpalnya.

Untuk menyiasatinya, Mei mengatakan, bagi orangtua yang sibuk bekerja, tidak perlu khawatir bila mereka tidak dapat meluangkan banyak waktu untuk anak-anaknya. Karena yang terpenting adalah kualitas bukan kuantitas.

"Yang terpenting adalah kualitas. Kalau mereka sibuk bekerja, hari Sabtu dan Minggu harus menjadi sangat berkualitas bagi Anda dan anak. Berikan waktu yang sesaat itu dengan memberikan dan melakukan apapun bersama anak. Hadirlah bersama anak (artinya tubuh dan pikiran orantua harus bersama anak secara utuh," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini