nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Susah Nurut Orangtua, Bagaimana Mengatasinya?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 06:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 09 196 2165851 anak-susah-nurut-orangtua-bagaimana-mengatasinya-0HCBvCsikH.jpg Ilustrasi. (Parenting)

DALAM beberapa kasus, banyak anak tumbuh dengan karakter yang keras alias susah nurut orangtua. Bagaimana ya cara mengatasinya?

Terlebih anak yang menginjak usia balita, mereka punya kemauan sendiri dan penasaran dengan banyak hal. Sementara menurut orangtua, hal yang dilakukan anak bisa membahayakan atau karena hal lain.

Psikolog Meity Arianty, STP, MPsi, menjelaskan, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi hal tersebut. Alasan pertama, kemungkinan besar anak terlalu dimanja oleh orangtuanya, hingga akhirnya membuat mereka berpikir bahwa tidak masalah, bila tidak menuruti permintaan kedua orangtuanya.

anak

"Kedua, bisa jadi karena anak mendapat perlakuan yang keras dari orangtuanya. Sehingga secara tidak langsung mereka akan merasa terancam, tidak percaya diri, sampai akhirnya mengabaikan permintaan dari orangtua mereka sendiri," ucap Mei saat dihubungi Okezone.

Oleh karena itu, cara terbaik agar si anak mengikuti apa yang diinginkan orangtua adalah dengan memberikan contoh yang baik, tulus, lembut, tanpa membentak atau mengeluarkan intonasi suara yang keras.

"Akan lebih mudah jika dilakukan dengan cara yang baik dan perlahan-lahan tanpa tanda seru," kata Mei.

Artinya, jangan ada tekanan suara seolah itu perintah. Karena dengan begitu anak akan merasa terancam dan mengakibatkan anak memilih melakukan kebalikan dari yang diperintahkan.

"Jadi akan lebih mudah ketika meminta anak melakukan apa yang diperintahkan dengan cara halus, misalnya 'kalau adik mandi lebih cepat mama akan senang sekali'," sambungnya.

Lantas, bagaimana bila anak sudah terlanjur memiliki karakter yang keras, akibat trauma yang dia alami di masa lalu? Mei mengatakan, sudah menjadi tanggung jawab orangtua untuk meminta maaf secara tulus kepada anak-anak mereka.

"Pertama, bisa minta maaf. Sampaikan kalau Anda benar-benar menyesal telah menyakiti perasaan mereka," katanya.

Lalu, berjanjilah kepada mereka bahwa Anda tidak akan melakukan hal itu di masa yang akan datang. Lakukanlah sambil menatap mata dan menyentuh tubuh anak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini