nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendidik Anak lewat Dongeng, Efisien Kah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 16:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 10 196 2166222 mendidik-anak-lewat-dongeng-efisien-kah-5JX4UqFv21.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEJAK dulu, orangtua kita memang suka membacakan dongeng untuk anaknya, terlebih sebelum tidur. Tapi, apakah membacakan dongeng sebelum tidur masih 'laku' di zaman modern?

Pertanyaan ini sungguh klise, sebab keberadaan ponsel dan waktu orangtua dan anak yang semakin sempit tentu akan menjawab semuanya. Namun, Pendongeng Profesional Poetri Soehendro punya jawaban terkait dongeng sebelum tidur ini.

Ya, baginya membacakan dongeng sebelum tidur itu memang perilaku kolot yang mungkin tak berlaku lagi sekarang. Makin banyak orangtua yang tak punya waktu untuk anaknya sendiri.

"Enggak sedikit dari orangtua sekarang, mereka pulang kerja anaknya sudah tidur," terangnya saat ditemui Okezone di kawasan Jakarta Selatan.

Makin banyak orangtua yang tak punya waktu untuk anaknya sendiri.

Menurut Poetri, sebagai pendongeng profesional ia paham betul manfaat dari kebiasaan nenek moyang yang satu ini. Namun, kita sebagai manusia modern pun tak bisa menyangkal perubahan zaman.

Maka dari itu, dia punya siasat cerdik agar kebiasaan mendongengkan anak sebelum tidur tetap dilestarikan, meski tak semasif zaman dulu.

Bagi Poetri, orangtua modern bisa membacakan dongeng sebelum tidur ke anak saat weekend. Momen ini harus dipergunakan semaksimal mungkin agar 'bonding' antara orangtua dan anak tetap terjaga.

Walau terkesan jarang, setidaknya anak memiliki kebiasaan yang orangtuanya tularkan, ya, salah satunya dibacakan dongeng. Selain di saat weekend, perempuan yang sudah menekuni profesi sebagai pendongeng sejak tahun 2000 itu menyarankan agar orangtua bisa mendongengkan anaknya saat naik transportasi umum, misalnya MRT.

"Enggak apa-apa, lho, mendongengkan anak saat kalian sedang naik MRT, daripada nyekokin makanan, itu dilarang malah," ungkapnya.

Poetri menambahkan, momen lain yang bisa dijadikan waktu untuk mendongeng adalah saat Anda dan anak berada di mobil dan terjebak macet.

Kemudian, sarannya yang lain adalah cerita yang diutarakan tidak mesti imajinatif. Ya, Anda bisa menceritakan masa kecil Anda tapi dengan bahasa yang ringan dan tentunya ada makna di baliknya. "Misalnya saja cerita tentang naik sepeda," sambungnya.

dijadikan waktu untuk mendongeng adalah saat Anda dan anak berada di mobil dan terjebak macet.

Satu momen lagi yang mesti diperhatikan orangtua modern terkait kapan momen terbaik membacakan dongeng ke anak. Poetri menjelaskan bahwa momen si anak membutuhkan kedekatan dengan orangtua.

Momen ini paling mudah didapatkan saat si anak habis diberi nasihat, karena telah berbuat sesuatu yang salah. Jangan ragu untuk masuk ke sana untuk memberi 'dongeng'.

"Jadi, bisa dengan kalimat seperti ini: Ada seorang anak yang habis dimarahi orangtuanya, dia badannya naik 5 cm, coba deh kak, mungkin lama kelamaan badan kaka akan makin tinggi," katanya.

Pendekatan semacam ini perlu dilakukan agar anak tidak merasa sedih ketika diberi nasihat. Malah, dengan adanya pendekatan semacam itu, Poetri dapat membayangkan kalau si anak malah nantinya akan menunggu momen dimarahi.

"Lanjutkan dengan kalimat seperti ini: Ternyata tidak hanya tinggi badannya, tapi tinggi akhlaknya. Setelah itu Anda akan lihat si anak bakal minta dimarahi lagi supaya ia makin pintar," pungkas Poetri.

Poetri dapat membayangkan kalau si anak malah nantinya akan menunggu momen dimarahi.

Dongeng sebelum tidur memang bukan budaya yang berkembang masif di era sekarang. Terlebih saat si anak malah anteng di depan layar ponsel, bahkan sampai sebelum tidur.

Namun, kondisi semacam ini tidak membuat Anda sebagai orangtua tidak bisa dekat dengan anak melalui dongeng. Sebab, satu yang mesti diketahui bahwa mendongengkan anak akan selalu membuat keduanya bahagia dan kenapa tidak dilakukan?

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini