Gara-Gara Ibu Antivaksin, Anak Umur 4 Tahun Tewas karena Flu

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 10 481 2166045 gara-gara-ibu-antivaksin-anak-umur-4-tahun-tewas-karena-flu-RrqvIp4PT9.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK alasan beberapa orang lebih memilih tidak melakukan vaksin. Salah satunya, alasan bahan kimia tak seharusnya ada di dalam tubuh.

Padahal, vaksin diciptakan untuk membantu tubuh manusia lebih kuat terhadap paparan virus, bakteri, atau jamur yang sebabkan masalah kesehatan. Mereka yang memilih untuk antivaksin dianggap berisiko terpapar lebih mudah patogen jahat tersebut dan ini dialami seorang ibu di Colorado, Amerika Serikat.

Ia menolak melakukan vaksinasi anaknya yang masih berusia 4 tahun, dan yang terjadi berikutnya adalah si anak meninggal dunia akibat influenza. Influenza sendiri, telah menewaskan 30 ribu warga Amerika sepanjang 1 Oktober 2019 hingga 1 Februari 2020.

Dilansir Okezone dari New York Post, si ibu sebetulnya sudah diresepkan dokter obat-obatan dan merekomendasikan anaknya untuk divaksin Tamiflu. Namun, ibu ini tetap pada pendiriannya untuk tidak memberikan anaknya obat dan vaksin.

Ibu dengan tiga anak ini diketahui termasuk dari 178 ribu orang yang memutuskan untuk antivaksin.

Ibu dengan tiga anak ini diketahui termasuk dari 178 ribu orang yang memutuskan untuk antivaksin. Data ini berdasar pada jumlah anggota dalam suatu group Facebook yang dinamakan 'Stop Mandatory Vaccination'.

Dijelaskan di sana bahwa si ibu mengetahui anaknya yang berusia 4 tahun memiliki gejala flu, tapi diagnosa belum keluar saat itu. Gejala yang dialami si anak ialah demam dan muncul kejang. Meski begitu, si ibu memilih untuk memberikan pengobatan alami yaitu dengan memberikan minyak pappermint, vitamin C, dan lavender.

Namun sayang, treatment yang diberikan tidak memberi dampak pada si anak. Demamnya masih tinggi dan si ibu mulai khawatir. Hingga akhirnya dia menyurahkan isi hatinya di group Facebook tersebut.

Beberapa saran yang ia terima termasuk menggunakan ASI, thyme, dan elderberry, yang semuanya tidak direkomendasikan oleh dokter untuk mengobati influenza, yang menyebabkan 12.000 hingga 30.000 kematian di AS antara 1 Oktober dan 1 Februari, menurut pendahuluan perkiraan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Anggota grup Facebook lain menyarankan ibu meletakkan irisan kentang dan mentimun di kepala anak itu, laporan Colorado Times Recorder. Tapi, setelah adanya laporan, unggahan tersebut telah dihapus dari halaman, lapor surat kabar itu.

Kedua outlet tidak mengidentifikasi anak yang meninggal, tetapi halaman GoFundMe mengidentifikasi anak itu bernama Najee. Dia tinggal di Pueblo, lapor KCNC.

 GoFundMe mengidentifikasi anak itu bernama Najee. Dia tinggal di Pueblo, lapor KCNC.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah menyumbangkan uang untuk Najee!” tulis si ibu dalam laman GoFundMe yang dibagikan pada Kamis lalu.

“Adalah kesedihan saya yang terdalam untuk memberi tahu Anda yang belum tahu bahwa putra saya telah meninggal dunia. Saya dan semua orang yang mencintai Najee sangat sedih."

Halaman itu masih aktif pada Jumat sore dan telah menghasilkan lebih dari USD9.000 atau Rp123 jutaan dari target USD10.000 atau Rp136,4 juta.

Departemen kesehatan negara Bagian Colorado tersebut pun mengonfirmasi kematian bocah laki-laki itu pada hari Rabu, lapor KKTV. Tapi, tidak ada catatan vaksinasi influenza untuk bocah itu.

Departemen Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Colorado dapat mengonfirmasi bahwa seorang anak usia prasekolah di Colorado selatan telah meninggal karena flu.

“Kematian itu adalah kematian akibat flu anak kedua di Colorado musim ini. Departemen tidak memiliki catatan yang menunjukkan apakah anak itu divaksinasi influenza."

Sementara itu, ibu Najee mengatakan kepada media bahwa dirinya telah gagal merawat Najee. "Aku sakit sekali sekarang dan begitu juga ayah dan saudara lelakinya," katanya kepada KKTV. "Seluruh keluarga kami sakit dan rasanya kami gagal karena kami tidak melakukan apa yang harus kami lakukan," sesal sang ibu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini