nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Status Virus Korona di Singapura Oranye, Pintu Masuk ke Indonesia Makin Diperketat

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 20:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 10 481 2166352 status-virus-korona-di-singapura-oranye-pintu-masuk-ke-indonesia-makin-diperketat-GcUGdkZhTv.jpg Antisipasi virus korona masuk di bandara (Foto : @AngkasaPura_2/Twitter)

Pemerintah Singapura telah menaikkan level kondisi Sistem Respons Wabah Penyakit (DORSCON) dari Kuning menjadi Oranye untuk merespons kasus virus korona Wuhan (2019-nCoV) yang telah menginfeksi 33 warganya.

Tak hanya itu, sejak hari Minggu 9 Februari 2019, tagar #SingaporeZombieApocalypse mendadak trending di media sosial sebagai bentuk akumulasi kekhawatiran masyarakat terhadap isu virus korona. Bahkan, dalam beberapa video yang beredar, terlihat jelas stok persediaan makanan yang dijual oleh sejumlah supermarket di Singapura telah habis terjual.

Hal ini tentu saja dipicu oleh rasa khawatir dan kepanikan warga Singapura terhadap isu penyebaran virus korona Wuhan di negara mereka.

Virus Korona

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto mengatakan, saat ini pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah meningkatkan kewaspadaan di pintu-pintu masuk negara, termasuk di daerah Batam, Kepulauan Riau.

"Kami sudah melakukan penguatan di pintu masuk, serta melalukan pengecekan secara aktif terhadap pengunjung maupun wisatawan yang datang dari berbagai negara," ungkapnya saat ditemui di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020).

Yuri kemudian menjelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan Kemenkes demi mencegah masuknya virus korona di Indonesia. Saat ini, pihaknya memang tidak lagi terfokus pada daerah asal virus seperti Wuhan maupun daerah-daerah di daratan China.

Kini, pemerintah juga mewaspadai negara lain dikonfirmasi terinfeksi virus korona seperti Singapura. Salah satunya dengan meningkatkan treatment pengecekan di pintu-pintu masuk negara.

"Kita tidak lagi mengandalkan thermal scan yang hanya sekadar dilihat, tetapi kita mengandalkan thermal gun, meskipun pas mereka turun harus menggunakan thermal scan lagi. Artinya dua tindakan yang kita gunakan," kata Yuri.

Waspada Virus Korona

(Foto: Twitter @AngkasaPura_2)

"Atau bisa juga setelah thermal scan kita sempitkan alur keluar ini dan kita periksa dengan thermal gun satu per satu. Jadi penggunaan thermal gun kita gunakan bisa saja di atas pesawat atau setelah thermal scan," timpalnya.

Upaya pengecekan ini, kata Yuri, dilakukan di semua pintu masuk bukan hanya bandara saja, tetapi juga pelabuhan laut seperti di Batam, Kepulauan Riau. Kemudian ditambah dengan penguatan di sejumlah wilayah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini