nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Korona Merebak, Astindo Sebut 80% Wisman Batal ke Indonesia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2020 19:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 11 406 2166936 virus-korona-merebak-astindo-sebut-80-wisman-batal-ke-indonesia-dnXo4VJJa2.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KASUS virus korona Wuhan (corona virus/2019-nCoV) dilaporkan sudah telah tersebar di 28 negara di dunia. Secara tidak langsung, menyebarnya virus ini berdampak negatif bagi industri pariwisata Indonesia.

Pauline Suharno, Sekretaris Jenderal Astindo mengatakan, sejak dua bulan terakhir telah terjadi banyak pembatalan paket wisata yang dilakukan oleh sejumlah wisatawan mancanegara.

"Penurunannya tinggi sekali sampai 80%. Dan ini bukan cuman yang hendak beli paket perjalanan saja, tetapi juga potensial lost ke depannya termasuk cancellation atau pembatalan," tuturnya saat ditemui di Hotel Santika, Jakarta Barat, Selasa (11/2/2020).

Dia memprediksi bahwa hal tersebut akan terus berlangsung hingga beberapa bulan mendatang.

Pauline menjelaskan, penurunan kunjungan wisatawan mancanegara ini mulai terlihat pada akhir Januari lalu. Dia memprediksi bahwa hal tersebut akan terus berlangsung hingga beberapa bulan mendatang.

"Wisatawan mulai melakukan refund itu mulai akhir Januari, namun potensial lostnya masih akan terus berlanjut di bulan Februari dan Maret mendatang," ungkap Paulien.

Lebih lanjur dia mengatakan, penurunan kunjungan wisman ini tidak hanya terjadi pada wisatawan asal China saja, namun mencakup seluruh perjalanan internasional, atau dalam arti lain juga dilakukan oleh wisman dari berbagai negara.

Termasuk, negara-negara yang sebetulnya tidak terlalu terdampak seperti di Thailand. Sejak ditemukan kasus virus korona di Wuhan, banyak warga yang akhirnya memutuskan untuk membatalkan rencana perjalanan mereka.

"Banyak grup dari Thailand yang membatalkan perjalanan. Meski ada beberapa grup yang masih melangsungkan perjalanan pada minggu kedua Februari. Tapi di minggu ketiga sampai keempat Februari sudah banyak sekali pembatalan," kata Pauline.

"Bahkan, di bulan Maret grup dari Thailand, Jepang, dan Korea Selatan banyak yang sudah membatalkan. Selain itu, grup yang ke Rusia dan Taiwan juga batal. Padahal mereka berangkat Maret, tapi sudah dibatalkan dari awal Februari kemarin," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini