nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aman Berkunjung ke Singapura, Traveler Diajak Cegah Virus Korona

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2020 20:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 11 406 2166969 aman-berkunjung-ke-singapura-traveler-diajak-cegah-virus-korona-mWYT0jLqCY.jpg Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

SEKIRA 33 orang terjangkit virus korona (coronavirus/2019-nCov) di Singapura. Dari kasus tersebut, pemerintah Singapura telah menaikkan level kondisi Sistem Respons Wabah Penyakit (DORSCON) dari kuning menjadi oranye.

Meski demikian, pemerintah Indonesia belum mengeluarkan travel banned atau larangan untuk mengunjungi Singapura meski virus korona mulai mewabah. Hal tersebut juga diakui oleh Sekretaris Jenderal Astindo, Pauline Suharno.

singapura

"Untuk kasus Singapura, terus terang kita tidak ikut panik. Selama tidak ada travel warning dari Indonesia dan Singapura, kita akan terus berjalan seperti biasa. Penerbangan ke sana pun juga masih dibuka," ujarnya saat ditemui di Hotel Shantika, Jakarta Barat, Selasa (11/2/2020).

Di samping itu, sambung Pauline, pemerintah Indonesia pun memahami cara penanganan virus korona di Singapura dengan cukup serius dan cepat. Pasien yang diduga terinfeksi langsung dikarantina, sehingga semua merasa aman.

wisata singapura

Kendati demikian, Pauline mengatakan bahwa seluruh agen wisata yang tergabung dalam Astindo, juga diberikan informasi penting terkait cara mencegah dan menghindari penularan virus korona. Bahkan, sudah ada beberapa peraturan yang kini mulai diterapkan para agen wisata saat membawa klien berlibur di suatu tempat.

"Kita selalu mengimbau kepada klien untuk tetap waspada, menjaga kebersihan, serta memakai masker di tempat umum. Karena itu adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus korona," terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Panitia Astindo Travel Fair 2020 Anton Sumarli. Kebetulan pekan lalu, dia baru saja membawa rombongan wisatawan Indonesia untuk melakukan study tour di Filipina.

"Minggu kemarin saya baru saja membawa 40 peserta study tour ke Filipina. Memang ada kekhawatiran setelah isu virus korona ini merebak," kata Anton.

Namun selama perjalanan berlangsung, dia mengajak seluruh peserta tur berusaha untuk tetap menjaga kebersihan dan kebugaran tubuh. Selain mengenakan masker di tempat-tempat umum.

"Justru dengan adanya kasus virus korona, pariwisata harus jalan terus tidak boleh berhenti atau mati suri. Karena dampaknya bisa mempengaruhi perekonomian negara," tukasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini