nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gejala Flu Babi yang Lebih Mengerikan dari Virus Korona

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2020 11:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 11 481 2166576 gejala-flu-babi-yang-lebih-mengerikan-dari-virus-korona-lHcI8xdUMp.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

BELUM selesai mengatasi virus korona, flu babi mulai melanda China. Penyakit flu babi menyerang Taiwan belakangan ini.

Disebut-sebut para dokter, kemunculan flu babi dianggap lebih mengkhawatirkan daripada virus korona. Terkadang, babi menularkan virus influenza kepada orang-orang, terutama kepada petani babi dan dokter hewan. Maka itu, Anda harus waspada, salah satunya harus mengetahui gejalanya.

gejala flu

Dilansir Okezone dari Mayoclinic, Selasa (pada 2009 para ilmuwan mengenali jenis virus flu babi yang dikenal sebagai H1N1. Virus ini sebenarnya adalah kombinasi virus dari babi, burung dan manusia.

Virus H1N1 bisa menyebabkan infeksi pernapasan pada manusia, yang sering disebut sebagai flu babi. Karena begitu banyak orang di dunia sakit pada tahun itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan flu yang disebabkan oleh H1N1 sebagai pandemi global.

Namun pada Agustus 2010, WHO menyatakan pandemi flu babi berakhir. Sejak saat itu, para ilmuwan telah mengubah cara mereka menamai virus. Virus H1N1 sekarang dikenal sebagai H1N1v. V adalah singkatan dari varian dan menunjukkan bahwa virus biasanya bersirkulasi pada hewan tetapi telah terdeteksi pada manusia.

Nah sejak 2011, strain lain, H3N2v, juga mulai menyebar pada manusia. Virus ini sama-sama menyebabkan flu. Kedua strain pun termasuk dalam vaksin flu untuk 2018-19.

Gejala flu babi mirip seperti flu biasa, yakni demam (namun tidak selalu), panas dingin, batuk, sakit tenggorokan, idung meler atau pengap, mata berair (merah), pegal-pegal, sakit kepala, kelelahan, diare, mual dan muntah.

Gejala flu babi berkembang sekira satu hingga tiga hari setelah Anda terpapar virusnya. Anda harus segera ke dokter bila mengalami gejalanya, disertai dengan kondisi hamil atau Anda memiliki penyakit kronis, seperti asma, emfisema, diabetes atau penyakit jantung. Sebab, kondisi tubuh seperti itu berarti Anda memiliki risiko komplikasi flu yang lebih tinggi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini