nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Penjelasan Perhitungan 14 Hari Masa Observasi WNI dari Wuhan di Natuna

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2020 14:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 11 481 2166687 ini-penjelasan-perhitungan-14-hari-masa-observasi-wni-dari-wuhan-di-natuna-Y2Ys7yo0zQ.jpg WNI yang diobservasi di Natuna (Foto: Ist)

Terkait masalah virus korona Wuhan, pemerintah terus melakukan pengawasan terkait kondisi 238 orang WNI yang tengah menjalani masa observasi di Natuna, Kepulauan Riau.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merilis bahwa masa observasi untuk ratusan WNI yang dipulangkan dari Wuhan, Provinsi Hubei, China akan dilakukan selama kurang lebih 14 hari sesuai prosedur yang ditetapkan oleh WHO. Masa observasi ini untuk melihat apakah pada akhirnya akan ada WNI yang pulang dari Wuhan yang positif terjangkit virus korona Wuhan.

 membahas masa observasi

Namun, terkait masa observasi ini sejauh ini belum didefinisikan secara gamblang sebetulnya bagaimana perhitungan durasi 14 hari tersebut? Apakah dihitung sejak ratusan WNI tersebut berangkat dari Wuhan, ataukah baru mulai dihitung 14 hari sejak tiba di Natuna?

Kebingungan perihal penetapan titik mulai observasi 14 hari terhadap ratusan WNI di Natuna ini, diakui oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Anung Sugihantono memang sampai hari ini masih dalam proses perhitungan.

“Kalau untuk yang di Natuna itu tentu jelas kita akan menyelesaikan masa observasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, 14 hari. Sedang diperhitungkan kita sedang komunikasikan 14 harinya itu pada saat mereka berangkat dari Wuhan atau pada saat mereka tiba di Natuna atau Batam, supaya tidak diributkan,” ungkap dr. Anung kala dijumpai Okezone, Selasa (11/2/2020) di Gedung Litbangkes, Jakarta Pusat.

Untuk keputusan penentuan awal perhitungan masa observasi ini agar lebih jelas, pihak Kemenkes mengaku pada hari ini akan melakukan diskusi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

“Jadi akan kita bahas bersama Kemenko PMK membahas itu, skenarionya belum tahu seperti apa. Tapi kita berharap semua baik, dalam tatanan kesehatan observasi sudah selesai, ya pulang. Tapi masih ada protokol berikutnya pemantauan status kesehatan wilayahnya di wilayah yang lama, sama satu kali masa inkubasi lagi,” pungkas dr. Anung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini