nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Wisatawan China Tertahan di Bali, Ini Langkah Kemenparekraf

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 16:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 12 406 2167434 soal-wisatawan-china-tertahan-di-bali-ini-langkah-kemenparekraf-zGelPL0GBC.jpg Kemenparekraf masih kordinasi dengan lembaga lain terkait turis asal China tertahan di Bali (Foto : @dedi_suherman/Instagram)

Salah satu dampak yang paling terasa dan bisa dilihat langsung dari masalah COVID-19 yang melanda kurang lebih 28 negara di dunia sekarang ialah pada sektor pariwisata. Contoh sederhana saja, diketahui kurang lebih ada 76 orang wisatawan asal China yang mendatangi Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bali, pada Selasa 11 Februari 2020 kemarin.

Kedatangan wisatawan asal China tersebut untuk memproses perpanjangan izin tinggal dalam keadaan terpaksa. Sebab semua rute penerbangan dari dan menuju China, sudah ditutup oleh pemerintah Indonesia sebagai salah satu upaya pengamanan jalur masuk negara, sejak Rabu 5 Februari 2020 lalu.

Terkait dengan tertahannya para wisatawan China di Bali karena kondisi darurat ini, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, untuk mendapatkan solusi.

Angela Tanoe

“Saat ini, belum dapat kami konfirmasi apa-apa. Sebab kami sedang koordinasi dengan Kementerian dan lembaga yang lain,” ujar Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Republik Indonesia Angela Tanoesoedibjo saat ditemui di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Angela sempat menyinggung soal upaya Kemenparekraf menindaklanjuti dampak COVID-19 pada strategi sektor industri pariwisata Indonesia. Jika dihadapkan pada kemungkinan terburuk, yakni jika COVID-19 terjadi dalam kurun waktu satu tahun.

Salah satu plan strategi yang dikatakan Angela adalah fokus membuka rute-rute baru penerbangan internasional.

“Buka rute-rute baru internasional, alternatif solusi dampak Korona jika terjadi selama satu tahun. Selain itu, menyediakan paket-paket perjalanan juga penting,” ujar Angela.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini