nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wabah COVID-19, Tak Surutkan Langkah Asita Gelar Travel Fair 2020

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 20:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 12 406 2167538 wabah-covid-19-tak-surutkan-langkah-asita-gelar-travel-fair-2020-2DixRllOCz.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SALAH satu dampak paling nyata dari masalah virus korona atau Covid-19 adalah industri pariwisata. Tak hanya industri pariwisata domestik, tapi juga industri pariwisata secara internasional keseluruhan.

Para pelaku industri pariwisata Indonesia pun tampaknya memilih untuk tetap gencar mempromosikan pariwisata di Indonesia kepada para wisatawan. Maka dari itu, dalam rangka meningkatkan promosi pariwisata di Indonesia serta mendukung target kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara tahun 2020.

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, tetap menggelar yaitu Asita Wise Travel Fair 2020 walau diterpa isu global virus korona Covid-19.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo mengatakan, meski secara global dunia tengah dihadapkan pada tantangan serius, yakni masalah virus korona Covid-19, tapi gelaran acara travel fair seperti ini sejatinya dinilai sangat penting untuk mendorong geliat industri pariwisata di Indonesia.

sejatinya dinilai sangat penting untuk mendorong geliat industri pariwisata di Indonesia.

“Acara ini sebenarnya sangat-sangat penting bagi industri pariwisata di Indonesia. Khususnya pada kondisi yang kita ketahui secara global sedang menghadapi tantangan, dunia saat ini sedang dilanda wabah virus korona, sehingga mempengaruhi keputusan wisatawan untuk traveling. Tentu ini sangat berdampak, tidak hanya di Indonesia tapi secara global,” ujar Angela di Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Rabu (12/2/2020).

Peningkatan kualitas sektor pariwisata dalam berbagai aspek, diungkapkan Angela, terus dilakukan agar bukan hanya bisa menjadi magnet bagi para calon wisatawan. Tetapi juga sekaligus membuat para wisatawan yang berkunjung, merasa puas dan kerasan saat traveling karena disokong oleh sarana, prasarana, dan fasilitas yang memadai.

“Pengembangan pariwisata di Indonesia akan terus dilakukan, dari infrastruktur, SDM, jaringan, hingga mitigasi bencana. Ini menunjukkan komitmen kami, supaya pengembangan pariwisata ini bisa berkelanjutan. Tentunya butuh dukungan dari para pemangku kebijakan,” tutup Angela.

Travel fair ini akan disenggarakan pada pada 3-5 April 2020, dengan mengambil lokasi di Hall Indonesia Convention and Exhibition (ICE) BSD. Untuk jumlah pengunjung, ditargetkan travel fair ini mampu menarik 20.000 orang pengunjung per harinya.

Pada tahun ini ada 185 perusahaan ikut sebagai seller yang terdiri dari beberapa Kementerian-Kementerian di Indonesia, Dinas Pariwisata di seluruh Indonesia, Duta Besar negara asing di Indonesia, perusahaan penyedia jasa penerbangan, hotel.

Selain itu, ada perusahaan perjalanan wisata anggota-anggota Asita dari 34 Provinsi dan asosiasi lain yang berkaitan Iangsung dengan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini