nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sudah Tewaskan 1.100 Orang Lebih, WHO Akhirnya Tetapkan Nama Resmi Virus Korona Wuhan

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 09:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 12 481 2167106 sudah-tewaskan-1-100-orang-lebih-who-akhirnya-tetapkan-nama-resmi-virus-korona-wuhan-QOFVSFLp41.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SETELAH sebelumnya ditetapkan sebagai darurat internasional, akhirnya virus korona Wuhan atau yang sebelumnya dikenal dengan sebutan corona virus/2019-nCov, diberi nama.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mengumumkan secara resmi bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus Korona Wuhan ini diberi nama Covid-19.

“Kami sekarang memiliki nama untuk penyakit ini dan itu namanya adalah Covid-19," kata ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, seperti dikutip dari Bbc, Rabu (12/2/2020).

Namanya pun dipilih yang dapat diucapkan dan terkait dengan penyakit ini.

Diungkapkan oleh Tedros, para peneliti memang telah menyerukan nama baru resmi untuk virus ini, dengan tujuan demi menghindari kebingungan dan stigmatisasi kelompok, individu, kelompok orang, atau negara mana pun. Namanya pun dipilih yang dapat diucapkan dan terkait dengan penyakit ini.

“Memiliki nama ini penting untuk mencegah penggunaan nama lain yang bisa saja tidak akurat atau menstigmatisasi. Ini juga memberikan kita format standar untuk digunakan untuk wabah corona virus di masa depan,” tambah Tedros.

Nama Covid-19 ini sendiri diambil dari padanan tiga kata yakni, “corona” "virus" dan "disease", serta penambahan 19 dari tahun 2019 yang melambangkan tahun munculnya virus ini, yang mana laporan terjadinya wabah sendiri dilaporkan kepada WHO pada 31 Desember 2019 lalu.

Sejauh ini, jumlah korban meninggal akibat virus korona di China meningkat ke angka 1.110, jauh melebihi korban SARS pada 2003 silam, setelah Komisi Kesehatan Provinsi Hubei melaporkan ada 94 kematian terbaru.

setelah Komisi Kesehatan Provinsi Hubei melaporkan ada 94 kematian terbaru.

Mengutip data dari laman WHO, jumlah orang yang terinfeksi virus korona sudah mencapai 43.103. Sementara Komisi kesehatan Hubei melalui laman resminya, melaporkan ada 1.638 kasus baru terdeteksi. Sehingga jumlah orang yang terinfeksi di provinsi ini mencapai 33.366.

Tim ahli dari WHO sendiri, telah mendarat di China pada Senin, 10 Februari 2020 untuk membantu Beijing menghadapi wabah virus korona baru, atau yang dikenal sebagai 2019-nCoV.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan mereka akan "meletakkan landasan bagi tim internasional yang lebih besar," yang akan bergabung dengan mereka "sesegera mungkin".

Tim ahli itu dipimpin oleh Bruce Aylward, yang turut membantu respons WHO terhadap Ebola, serta inisiatif untuk imunisasi, pengendalian penyakit menular dan pemberantasan polio.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini