nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cuaca Makin Hangat, Donald Trump Yakin China Atasi COVID-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 14:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 12 481 2167322 cuaca-makin-hangat-donald-trump-yakin-china-atasi-covid-19-XZrhrgoZFc.jpg Donald Trump yakin China akan atasi COVID-19 (Foto : Foxnews)

Seiring berjalannya waktu di berbagai penjuru dunia yang tadinya musim dingin berangsur-angsur jadi lebih hangat karena mulai memasuki musim semi. Dengan cuaca yang makin hangat, apakah virus COVID-19 bisa jadi melemah?

Hal ini mengacu pada cuitan dari Presiden Amerika, Donald Trump yang mengungkapkan detail komunikasinya bersama Presiden China, Xi Jinping. Melalui akun Twitter resminya, Donald mengungkapkan bahwa ia menilai Presiden Xi Jinping akan sukses dalam mengatasi wabah COVID-19 yang melanda China. Terlebih lagi, kini cuaca sudah mulai cukup hangat.

Presiden Donald Trump

“Presiden Xi Jinping merasa China melakukan upaya terbaik, bahkan China membangun rumah sakit hanya dalam waktu hitungan hari. Tidak ada yang mudah, tapi Presiden Xi Jinping akan berhasil. Terutama cuaca yang mulai menghangat, dan virus ini diharapkan melemah lalu hilang,” bunyi cuitan Donald Trump, yang diunggah pada 7 Februari 2020 lalu.

Lalu apakah benar cuaca global yang mulai hangat akan jadi pertanda baik dan COVID-19 bisa melemah? Menurut Dr. William Schaffner, ahli penyakit menular di Amerika, peralihan cuaca ini belum bisa dipastikan akan membantu mengakhiri wabah COVID-19.

"Jika dilihat kondisinya sekarang rasanya masih terlalu dini. Novel coronavirus (COVID-19) ini baru ditemukan pada manusia di bulan Desember lalu. Terlalu dini untuk mengetahui dengan pasti apa dampak cuaca yang lebih hangat ini,” tutur Dr. William.

Waspada COVID-19

Para ilmuwan sendiri diketahui masih bekerja keras untuk memahami COVID-19, penyakit yang telah mengakibatkan lebih dari 43.000 orang jatuh sakit di seluruh dunia hingga Selasa, 12 Februari 2020.

“Kami berharap mulai masuknya musim semi secara bertahap akan membantu virus ini surut. Virus korona (COVID-19) baru ini adalah virus pernapasan, dan kami tahu virus pernapasan seringnya bersifat musiman, walau tidak selalu. Misalnya, influenza (flu) cenderung musiman di Amerika, tetapi di bagian dunia lain, ada sepanjang tahun. Para ilmuwan tidak sepenuhnya memahami mengapa meskipun kita telah mempelajari flu selama bertahun-tahun, “ jelas Dr. William Schaffner, yang juga menjabat sebagai direktur medis National Foundation for Infectious Diseases, seperti dikutip Foxnews, Rabu (12/2/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini