Waspadai Penyakit Sifilis Stadium Ringan hingga Lanjut

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 12 481 2167375 waspadai-penyakit-sifilis-stadium-ringan-hingga-lanjut-h4549ji0dM.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

Penyakit sifilis atau Raja Singa salah satu penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) yang harus diwaspadai. Semakin Anda membiarkan penyakit ini, Anda bisa mengalami stadium lanjut.

Mengenali gejala sifilis untuk mendapat pengobatan dini sangatlah penting. Sayangnya, tak sedikit orang memahami penyakit sifilis lebih lanjut.

Spesialis Kulit dan Kelamin RSCM Dr dr Wresti Indriatmi, SpKK(K), MEpid, mengatakan, gejala penyakit sifilis diawali dengan munculnya luka, yang tidak terasa sakit di area kelamin, mulut dan dubur. Ada tahapan penyakit sifilis dari stadium ringan hingga stadium lanjut. Bagaimana penjelasannya?

Sifilis primer

ilustrasi

Pada tahap ini akan muncul luka pada tempat bakteri Treponema Pallidum masuk. Terjadi sekira 10 hingga 90 hari, setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Meskipun luka, tapi tidak ada rasa nyeri sama sekali. Tes serologi sifilis diperlukan untuk mengetahui hasil non-reaktif pada sifilis primer secara dini.

Sifilis sekunder

Tahap ini terjadi beberapa minggu setelah luka menghilang dengan ruam, yang terdapat di bagian tubuh, khususnya di telapak tangan dan kaki. Lesi bisa menetap sampai beberapa bulan. Beberapa gejala lain pun muncul, seperti flu, lelah, sakit kepala, nyeri persendian dan demam. Beberapa tanda yang bisa dikenali yaitu bercak kemerahan (Rash), limfadenopati, gejala konstitusi, mucous patch, kondiloma lata, alopesia dan gejala neurosifilis.

Sifilis laten

Sifilis laten terjadi tanpa gejala, tapi dalam 12 bulan pertama infeksi masih bisa menular. Jika tidak ditangani, sifilis laten akan berubah menjadi sifilis tersier. Pada sifilis laten, tidak terdapat lesi. Untuk mengetahuinya, diperlukan tes serologi reaktif. Sebanyak 60-85 persen kasus tetap asumtomatik (tidak menyadari adanya penyakit) selama bertahun-tahun tanpa terapi.

Sifilis tersier

Sifilis tersier merupakan sifilis yang paling berbahaya. Jika infeksi tidak diobati, maka akan merusak organ-organ tubuh yang menyebar ke kebutaan, jantung, otak, saraf, pembuluh darah, tulang, kelumpuhan, dimensia, tuli, impotensi, hati bahkan hingga menuju kematian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini