nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saking Waspada dengan Virus Korona, Warga China Pencet Tombol Lift Pakai Tusuk Gigi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 19:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 12 612 2167486 saking-waspada-dengan-virus-korona-warga-china-pencet-tombol-lift-pakai-tusuk-gigi-aPgPwsMkni.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENYEBARAN virus korona Wuhan (COVID-19) harus terus ditingkatkan, mengingat virus ini sudah dipastikan bisa menyebar lewat udara (airbone). Hal ini lah yang menjadi ketakutan tersendiri masyarakat China.

Ya, bukan hanya menggunakan masker sebagai alat pelindung diri dan membiasakan hidup bersih, mereka juga diketahui menggunakan segala cara agar tidak menyentuh area publik. Hal ini juga berkaca dari adanya temuan seorang ilmuwan yang mendapati virus korona ini bisa hidup di gagang pintu rumah.

Diketahui, beberapa masyarakat China sekarang sudah tidak menyentuh langsung area publik dengan tangan langsung. Bahkan, mereka menggunakan tusuk gigi untuk memencet tombol lift.

Bahkan, mereka menggunakan tusuk gigi untuk memencet tombol lift.

Dari video yang kini tengah beredar di media sosial, pihak gedung menyediakan tusuk gigi yang ditempatkan di gabus busa putih. Jadi, siapa saja dari penghuni gedung bisa menggunakan tusuk gigi untuk memencet tombol lift.

Video ini dibagikan akun Twitter @jenniferatntd. Di keterangan video, ia menuliskan kalimat sebagai berikut; "Ini adalah cara baru memencet tombol lift. Salah satu bukti apa yang kini terjadi di China karena virus korona."

Video pendek tersebut sudah disaksikan 73 ribuan netizen hingga sekarang. Terpantau juga di Twitter, sudah ada 474 netizen menyukai unggahan ini dan 292 di antaranya membagikan ulang.

Bagaimana dengan komentar netizen?

Beberapa ada yang tidak percaya dengan unggahan ini. "Terlihat palsu bagi saya," kata netizen. Sementara itu, akun @game_dev_guy coba mengklarifikasi unggahan tersebut. Baginya, itu adalah fakta.

"Ini adalah benar dan fakta. Saya sekarang tinggal di China dan banyak dari pemilik gedung dengan lift menyediakan 'fasilitas' seperti itu. Saya bahkan sekarang menggunakan sarung tangan sekali pakai setiap kali beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah penularan virus," curhatnya.

WHO sendiri akhirnya mengumumkan secara resmi bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus Wuhan ini diberi nama Covid-19. Ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, para peneliti memang telah menyerukan nama baru resmi untuk virus ini.

Adapun tujuannya, demi menghindari kebingungan dan stigmatisasi kelompok, individu, kelompok orang, atau negara mana pun. Namanya pun dipilih yang dapat diucapkan dan terkait dengan penyakit ini.

Nama Covid-19 ini sendiri diambil dari padanan tiga kata yakni, “corona” "virus" dan "disease", serta penambahan 19 dari tahun 2019 yang melambangkan tahun munculnya virus ini, yang mana laporan terjadinya wabah sendiri dilaporkan kepada WHO pada 31 Desember 2019 lalu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini