Studi: Pria seperti Ini Lebih Rentan Terserang Kanker Kulit

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 13 481 2167834 studi-pria-seperti-ini-lebih-rentan-terserang-kanker-kulit-5FJJBPWby5.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Percaya tidak percaya, suatu studi terbaru menerangkan, orientasi seksual seseorang berkolerasi dengan tingkat kemungkinan terserang kanker kulit.

Dalam studi yang diterbitkan pada jurnal JAMA Dermatology, diterangkan bahwa pria penyuka sesama jenis (homoseksual) dan biseksual memiliki tingkat kemungkinan kanker kulit yang lebih tinggi selama masa hidup mereka dibandingkan dengan pria heteroseksual.

Namun, studi itu menemukan fakta, perempuan biseksual tidak senasib dengan pria biseksual. Maksudnya ialah perempuan biseksual lebih rendah kemungkinan terpapar kanker kulit, bahkan jika dibandingkan dengan perempuan heteroseksual.

Dilansir Okezone dari New York Post, melalui abstrak yang ditampilkan dalam jurnal, peneliti coba menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi. Alasan kemungkinan kanker kulit bisa tinggi pada pria homoseksual dan biseksual karena mereka rajin menggunakan indoor tanning lotion dan skin cancer protection. Keseringan itu yang kemudian malah menjadi bumerang untuk mereka.

Penulis melakukan pengujian pada 845.264 orang dewasa dari survei 'Behavioral Risk Factor Surveillance System' dari 2014-2018 untuk bisa mendapatkan hipotesis seperti di atas. Pemerintah Amerika Serikat pun yakin risiko ini bisa ditekan.

Tahi Lalat

Solusi yang ditawarkan adalah melalui pendidikan langsung ke pasien dan inisiatif penjangkauan masyarakat yang lebih luas.

"Informasi semacam ini membantu menginformasikan negara tentang bagaimana mengalokasikan sumber daya kesehatan dan bagaimana melatih penyedia dan pemimpin," kata penulis penelitian Dr. Arash Mostaghimi dalam siaran pers.

"Sangat penting bagi kami sekarang untuk bertanya tentang orientasi seksual dan identitas gender dalam survei kesehatan nasional; jika kita tidak pernah [mengajukan] pertanyaan, kita tidak akan pernah tahu bahwa perbedaan-perbedaan ini ada."

Di sisi lain, Anggota parlemen New York mendorong untuk mengekang penggunaan tanning bed lotion untuk mencegah orang mengalami risiko kesehatan, termasuk kanker kulit. Pada November 2019, sebuah RUU diajukan untuk membatasi penggunaan lotion semacam ini bagi mereka yang berusia 21 tahun ke atas untuk "menjaga generasi berikutnya aman dari produk-produk karsinogenik semacam ini," kata sponsor sponsor Senator James Skoufis pada saat itu.

"Lebih dari 419.000 kasus kanker kulit di AS setiap tahun terkait dengan indoor tanning lotion," tulis Skoufis, mengutip statistik dari Yayasan Kanker Kulit. Ia menambahkan, ada lebih banyak orang berisiko kanker kulit karena lotion ini daripada mengembangkan kanker paru-paru karena merokok.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini