nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspada COVID-19, IDI Dorong Pemerintah Gencar Lakukan Pelacakan di Puskesmas

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 19:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 13 481 2168052 waspada-covid-19-idi-dorong-pemerintah-gencar-lakukan-pelacakan-di-puskesmas-jc1GtequwA.jpg Virus korona (Foto: ABC)

Sampai hari ini Indonesia masih dinyatakan zero case atau belum ada kasus yang terkonfirmasi positif COVID-19. Meski demikian Indonesia tak boleh lengah.

Indonesia harus tetap waspada dan siaga untuk menghadapi segala kemungkinan. Termasuk kemungkinan masuknya COVID-19 ke Indonesia.

 Pengurus PB IDI

Kesiapsiagaan ini bukan hanya difokuskan di berbagai rumah sakit rujukan nasional, ataupun rumah sakit lapis dua. Tapi juga hingga yang paling mendasar, seperti fasilitas kesehatan garda terdepan seperti puskesmas di berbagai daerah.

Terkait kesiapsiagaan menghadapi COVID-19, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) meminta pemerintah gencar melakukan pelacakan di fasilitas kesehatan daerah seperti puskesmas.

Ketua PB IDI, dr. Daeng M. Faqih mengatakan, sejauh ini IDI dan Kementerian Kesehatan sudah memiliki pedoman sebagai guideline, dari segi jejaring dan kesiapan tenaga para dokter sudah siap. Namun, agar kewaspadaan ini maksimal, pemerintah harus melakukan pelacakan lebih gencar ke puskesmas-puskesmas terkait COVID-19.

“Kita sudah memberikan pedoman ke seluruh dokter. Pedoman ini dikeluarkan Kemenkes, dan ada juga pedoman yang dikeluarkan oleh IDI melalui perhimpunan dokter paru indonesia. Bekal keterampilan mengatasi COVID-19 juga sudah kami sebarkan," kata dr. Daeng saat dijumpai Okezone, Kamis (13/2/2020).

Menurut dr. Daeng, dari segi jejaring dan kesiapan tenaga, kita sudah siap. "Tinggal pemerintah didorong untuk melakukan pelacakan yang lebih gencar.”

dr. Daeng menuturkan, sebetulnya dalam program IDI pelacakan dasar sudah ada selama ini di puskesmas. Tetapi mengingat wabah COVID-19 ini sudah menjadi masalah darurat internasional, maka pemerintah harus memberikan penekanan khusus untuk kasus COVID-19.

Mengingat COVID-19 ini jenis penyakit baru, bahkan sampai saat ini belum tersedia vaksinnya. Makanya pemerintah harus lebih responsif.

“Pelacakan kasus itu sudah biasa, tinggal pemerintah memberikan penekanan khusus untuk korona ini. Sebab untuk tiap kasus baru, pelacakan secara aktif itu harus dilakukan. Misalnya TBC, DBD, itu ada program pelacakan yang rutin. Jadi kalau virus korona ini karena penyakit internasional maka pelacakan itu harus dikuatkan,” pungkas dr. Daeng .

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini