nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Observasi di Natuna Segera Berakhir, WNI dari Wuhan Lanjutkan Kuliah Secara Online

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 18:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 13 612 2168023 observasi-di-natuna-segera-berakhir-wni-dari-wuhan-lanjutkan-kuliah-secara-online-pTS1lRkZ0o.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KEMENTERIAN Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) memutuskan misi observasi terhadap para WNI yang berasal dari China akan berakhir pada Sabtu, 15 Februari 2020. Seluruh WNI yang diobservasi di Natuna akan diberangkatkan menuju Jakarta.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen), dr. Achmad Yurianto, menjelaskan para WNI yang diobservasi akan menjani pengecekan terakhir sebelum benar-benar dipulangkan ke keluarganya masing-masing.

“Tidak ada yang sakit, tidak ada masalah. Mereka ingin cepat pulang, dan mereka ingin tetap melanjutkan studi di Wuhan meskipun perkuliahan sudah dimulai dengan metode online dan ini sudah berlangsung,” terang dr. Yurianto melaui sambungan Video Call, Kamis (13/2/2020).

Terkait upaya pemulangan para WNI ke daerah asalnya, dr. Yurianto mengatakan akan ada pengecekan terakhir yang dilakukan pada Sabtu pagi, untuk mempersiapkan mereka seutuhnya sebelum kembali ke Jakarta. Pesawat pun akan dipersiapkan langsung dari Halim Perdanakusuma untuk menjemput WNI di Natuna.

Pesawat pun akan dipersiapkan langsung dari Halim Perdanakusuma untuk menjemput WNI di Natuna.

“Pada jam 07.00 WIB pagi akan ada tiga pesawat. Dua Boeing 737 dan satu pesawat Hercules milik TNI untuk menjemput mereka. Ini dari Halim direct, akan ikut pula Menteri Kesehatan, Kemenko PMK, BNPN dan para pejabat lainnya ke Natuna,” lanjutnya.

Dokter Yuri juga mengatakan bahwa para WNI yang sebagian besar adalah pelajar, akan melewati prosesi kecil yang dilakukan secara adat. Prosesi tersebut dilakukan untuk melepas mereka kembali Jakarta.

“Di Halim, anggota Komisi 9 DPR akan menyambut. Kami juga telah berkoordinasi dengan Kemendagri dan perwakilan pemerintah daerah yang akan hadir juga untuk menyambut mereka,” tuntasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh Kemenkes, para WNI tersebut berasal dari 30 provinsi yang ada di Indonesia. Sebaran terbanyak adalah Jawa Timur dengan 68 orang, Lampung satu orang, Jakarta 12 orang, Aceh 13 orang, Papua delapan orang dan masih banyak lainnya.

Sekadar informasi, WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China, berjumlah 238 orang. Saat ini mereka telah tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu 22 Januari silam.

Saat ini mereka telah tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu 22 Januari silam.

Dari 238 orang tersebut, dua di antaranya terdiri dari anak-anak. Saat ini mereka masih harus menjalani pemeriksaan kesehatan di dalam kabin pesawat Batik Air setelah landing di Tanah Air.

Setelah menjalani pemeriksaan di atas pesawat Batik Air, ratusan WNI tersebut akan dipindahkan ke tiga buah pesawat TNI AU untuk kemudian diterbangkan ke Natuna. Di sana, mereka harus menjalani observasi sehat sesuai protokoler yang berlaku.

Hingga kini, belum ada satu pun WNI yang berpindah ke pesawat TNI AU. Sementara itu, petugas medis yang menggunakan pakaian khusus tampak sudah keluar pesawat Batik Air.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini