Valencia Tanoesoedibjo Ungkap Inspirasi Nama Restoran Wasabae

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 14 298 2168351 valencia-tanoesoedibjo-ungkap-inspirasi-nama-restoran-wasabae-eZFwuqc09C.jpg Valencia Tanoesoedibjo. (Foto: Dimas/Okezone)

DALAM beberapa tahun terakhir, perkembangan restoran Jepang di Indonesia menunjukkan tren positif. Anda mudah menemukan berbagai restoran Jepang di pusat perbelanjaan, maupun spot kuliner lainnya.

Namun terkadang, cukup sulit menemukan restoran Jepang yang menyuguhkan hidangan lezat, reasonable price, serta menyediakan tempat yang nyaman. Karena saat makan berkunjung ke restoran tak sekedar makan, namun juga ingin melepas rasa penat selepas pulang kerja.

valencia tanoesoedibjo

Tidak perlu khawatir! Di awal tahun 2020 ini, PT. Produser Pangan Asia, resmi memperkenalkan Wasabae. Restoran yang terletak di MNC Financial Center Building, Kebon Sirih, Jakarta Pusat ini siap memanjakan lidah dan kantung Anda.

Founder Wasabae Valencia Tanoesoedibjo menjelaskan, berbagai hal menarik bisa dijumpai para pengunjung di restoran ini. Termasuk konsep Japanese Fusion yang lagi tren.

"Kami mengusung konsep Japanese Fusion. Tapi tidak 100% Jepang banget, ada infused atau campuran dari American Culture. Bisa dilihat dari desain interiornya yang lebih modern," ujarnya saat ditemui Okezone dalam acara soft launching Wasabae.

Alasan pemilihan konsep Japanese Fusion, kata Valencia, ingin menambahkan elemen yang berbeda dan mencoba sesuatu yang baru. Namun, ia juga pernah membuat konsep perpaduan budaya dari dua negara di Woolloomooloo, restoran milik Valencia sebelumnya.

"Kami kebetulan belum melakukan itu sebelumnya. Jadi lebih additional something yang berbeda. Sebelumnya kita pernah bikin restoran berkonsep Asian-Australian, which is Woolloomooloo. Indonesian food juga sudah banyak, sekarang kita larinya lebih ke Japanese," terangnya.

Lebih lanjut, Valencia menambahkan, perpaduan dua kultur yang berbeda ini, dimaksudkan untuk menciptakan suasana yang lebih cozy dan fun. Sehingga, semua kalangan bisa datang untuk menikmati waktu berkualitas, sembari menyantap hidangan lezat di Wasabae.

Bahkan, bila diperhatikan secara seksama, nama Wasabae sendiri sebetulnya sudah tidak asing lagi di telinga para pencinta kuliner. Ya, nama restoran ini merupakan plesetan dari kombinasi bahasa Jepang dan Inggris yakni, 'Wasabi' dan 'Bae'.

keluarga Hary Tanoesoedibjo

"Zaman dulu orang panggil pasangannya pakai kata 'baby' atau 'babe'. Nah, jaman sekarang kebanyakan manggilnya bae (before anyone else). Terus wasabi bumbu masakan asli Jepang yang sering digunakan untuk mengolah saus atau side dish. Jadi kita plesetkan menjadi wasab-bae, sekilas kayak 'what’s up baby'," ungkap Valencia.

Valencia mengatakan, awalnya segmen market Wasabae lebih menyasar anak-anak muda dan pekerja kantoran, dengan rentang usia antara 20-50 tahun. Namun, dia yakin restoran ini dapat diterima khalayak publik, mengingat seluruh menu diolah langsung oleh para chef professional. Ditambah lagi desain interiornya yang sangat nyaman.

"Semua bisa datang ke sini, karena tempatnya juga fun untuk semua kalangan. Jadi buat yang pekerja kantoran bisa ketemu klien di sini, create new ideas atau sekedar berinteraksi dengan rekan-rekan kerjanya. Kami juga buka untuk umum," papar Valencia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini