nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tiket Masuk Cokro Tulung Klaten Alami Kenaikan 50%

Jum'at 14 Februari 2020 22:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 14 406 2168739 tiket-masuk-cokro-tulung-klaten-alami-kenaikan-50-B5Y8IMowDh.jpg Cokro Tulung. (Foto: Instagram/liburandisolo)

OBJEK wisata Mata Air Cokro di Kecamatan Tulung, Klaten, Jawa Tengah, nampaknya akan mengalami kenaikan harga tiket masuk. Bahkan, kenaikan harga tiketnya mencapai 50 persen.

Meskipun terdengar besar, tapi pada kenyataannya hanya mengalami kenaikan sebesar Rp5.000 saja. Sesuai peraturan daerah yang berlaku, pengunjung dikenai biaya tiket masuk Rp15.000 per orang.

Selama ini, tiket masuk yang diberlakukan untuk pengunjung objek wisata Cokro Klaten sebesar Rp10.000 per orang ditambah Rp500 untuk biaya asuransi. Ke depan, tiket masuk ke Cokro bakal meningkat disesuaikan dengan Perda No 2/2020 tentang perubahan kedua Perda No 19/2011 tentang Retribusi Jasa Usaha.

Perda No 2/2020 tentang perubahan kedua Perda No 19/2011 tentang Retribusi Jasa Usaha.

(Foto: Instagram/kamerabersamasolo)

“Sesuai perda terbaru harga tiket Rp15.000 per orang. Itu belum termasuk asuransi,” urai Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Daya Tarik Sarana Wisata Disparbudpora Klaten, Ahmad Susanto, kepada Solopos.

Meski demikian, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Klaten, Wahyu Prasetyo, mengatakan belum ada rencana penerapan tarif tiket masuk ke Mata Air Cokro Rp15.000 per orang.

Sampai saat ini, pengelolaan objek wisata Klaten tersebut masih sama seperti tahun lalu dengan tiket masuk Rp10.000 per orang ditambah Rp500 untuk asuransi.

Wahyu Prasetyo menambahkan, sudah ada sejumlah investor yang secara lisan menyatakan minat untuk mengelola objek wisata Mata Air Cokro Tulung Klaten.

“Itu belum secara resmi. Mereka sanggup tidak ketika ada target memperoleh pendapatan seperti tahun kemarin? Ini yang kami tawarkan,” kata Wahyu Presetyo.

Sebagai informasi, pendapatan dari pengelolaan retribusi tiket masuk Cokro sepanjang 2019 mencapai Rp1,7 miliar. Nilai itu meningkat dibandingkan perolehan pendapatan pada 2018 sekitar Rp900 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini