Hari Valentine, Pengidap Diabetes Boleh Makan Cokelat Asal...

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 14 481 2168357 hari-valentine-pengidap-diabates-boleh-makan-cokelat-asal-R9D4p66OGy.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERAYAAN Hari Valentine identik dengan memberikan cokelat kepada pasangan. Tapi ada ungkapan yang menyebutkan bahwa pengidap diabetes tidak boleh makan cokelat.

Alasannya, pengidap diabetes tidak boleh makan cokelat, karena dapat meningkatkan kadar gula di tubuhnya. Benarkah demikian?

cokelat

Ahli Diabetes Dr Dante Saksono Harbuwono, SpPD-KEMD, PhD, menjelaskan, pengidap diabetes diperkenanankan untuk mengonsumsi jenis makanan apapun, termasuk cokelat. Namun dengan beberapa persyaratan yang harus dipatuhi.

"Mereka boleh makan apa saja, tidak ada yang dilarang. Makan cokelat pun boleh. Tapi harus dibatasi jumlahnya," ujarnya saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, Jumat (14/2/2020).

Sebab, menurut Dokter Dante, cokelat cenderung memiliki kandungan kalori yang tinggi. Terutama untuk jenis cokelat susu, karena dicampur dengan gula dan produk dairy.

Nah, untuk mengakalinya, Dokter Dante merekomendasikan agar pengidap diabetes mengonsumsi cokelat hitam atau cokelat bebas gula. Kini produk cokelat tersebut banyak dijual di pasaran.

Kedua jenis cokelat kandungan kalorinya diklaim lebih rendah, bila dibandingkan dengan cokelat susu. Kalaupun Anda lebih menyukai rasa yang disuguhkan cokelat susu, mereka tetap diperkenankan untuk mengonsumsinya.

"Sederhananya begini, kalau mau makan cokelat, berarti makan nasinya dikurangi. Ini biar asupan kalori di dalam tubuh bisa terkontrol. Makannya juga jangan sampai kalap. Karena kebutuhan kalori dasar manusia itu ada batasannya," terang Dokter Dante.

Lebih lanjut, Dokter Dante menjelaskan cara sederhana menghitung kalori, agar Anda tidak kebablasan saat mengonsumsi cokelat. Bagaimana ya?

Untuk pasien berjenis kelamin pria, kebutuhan kalori dasarnya adalah 30 kalori per satu kilogram berat tubuh.

Sementara untuk pasien berjenis kelamin wanita, kebutuhan kalori dasarnya 25 kalori per satu kilogram berat tubuh.

"Jadi kalau ada pasien diabetes pria punya berat badan 50 kg, berarti kebutuhan kalori dasarnya itu 1.500 kalori per hari," jelas Dokter Dante.

Namun perlu diingat bahwa kebutuhan kalori itu juga bergantung pada faktor lainnya. Mulai dari aktivitas pasien, hingga kadar gula darahnya.

"Jangan anggap sepele, karena untuk membakar 1.000 kalori itu seseorang harus berlari sejauh 8 km," tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini