nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspada Bayi Bisa Keracunan Air Loh!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 21:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 14 481 2168720 waspada-bayi-bisa-keracunan-air-loh-SVUBdpHmvy.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

AIR putih adalah minuman yang sangat baik bagi manusia. Bahkan seseorang diwajibkan untuk mengonsumsi delapan gelas air putih per hari untuk mendapatkan tubuh sehat. Meski demikian, anak kecil menjadi orang yang tidak boleh mengonsumsi terlalu banyak air putih.

Tapi, mengonsumsi air putih justru berakibat fatal bagi bayi di bawah usia 6 bulan. Sebagaimana dilansir The List, Jumat (14/2/2020), komposisi tubuh bayi sangat berbeda dari orang dewasa atau bahkan anak-anak yang lebih tua.

Tubuh orang dewasa mengandung sekira 55 hingga 60 persen air, sementara bayi terdiri dari 75 persen air. Ginjal mungil seorang bayi hanya bisa menangani begitu banyak air di atasnya.

Seorang Dokter Anak di Johns Hopkins Children's Center, Jennifer Anders memperingatkan para orang tua bahwa ginjal yang belum matang milik bayi, dapat mengakibatkan tubuh melepaskan natrium bersama dengan kelebihan air yang diminum.

 dapat mengakibatkan tubuh melepaskan natrium bersama dengan kelebihan air yang diminum.

Jika terjadi, maka hal ini dapat menyebabkan kondisi yang disebut keracunan air. Jika dibiarakan dan tidak segera diobati, kondisi ini dapat mengancam jiwa pada bayi.

Oleh karena itu, bayi lebih baik diberi Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan. Pasalnya, banyak manfaat yang juga didapat dari segi kesehatan.

Anak menjadi memiliki antibodi yang baik sehingga tak mudah terserang penyakit. Tetapi selain manfaat dari segi kesehatan, ASI juga memiliki banyak kelebihan. Terutama ketika sang ibu memberikan ASI langsung kepada anak tanpa perantara botol.

Menurut psikolog Intan Erlita, memberikan ASI kepada bayi adalah hal wajib bagi seorang ibu yang mampu memproduksi ASI. Hal ini berhubungan dengan bonding atau kedekatan yang bisa diciptakan dari proses menyusui bayi itu sendiri.

Intan menambahkan, bayi yang mendapat asupan ASI langsung dari ibunya memiliki banyak kelebihan lain dibandingkan bayi-bayi yang tidak mendapatkan ASI selama dua tahun.

Meski kesan manja kerap disandang anak karena kedekatannya dengan sang ibu, namun sang ibu bisa memberikan pelajaran tentang kemandirian setelah anak berusia di atas dua tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini