Di Kota Ini, Valentine 'Dirayakan' dengan Cerai Masal!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 15 Februari 2020 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 15 196 2168974 di-kota-ini-valentine-dirayakan-dengan-cerai-masal-cRzHpW2zkw.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

HARI Valentine sangat identik dengan kasih sayang, Tapi, siapa sangka kalau warga New York, Amerika, merayakan hari spesial ini dengan 'ramai-ramai' bercerai.

Ya, alih-alih merayakan cinta kasih di Hari Valentine, sebanyak 200 warga New York mengajukan permintaan cerai. Kebanyakan dari pelapor adalah perempuan.

Dilansir dari New York Post, terdapat 58 orang Manhattan yang mengajukan perceraian di 14 Februari. Data ini didapati dari catatan pengadilan dan statistik pemerintah setempat.

Di urutan kedua adalah Queens dengan jumlah pelapor sebanyak 54 orang. Kemudian, wilayah lain seperti Brooklyn melaporkan adanya perceraian sebanyak 29 kali, di Bronx ada 24 laporan, dan hanya satu laporan perceraian di Staten Island di Hari Valentine.

di Bronx ada 24 laporan, dan hanya satu laporan perceraian di Staten Island di Hari Valentine.

Menurut pengacara Raoul Felder, kekesalan dalam hubungan membuat para perempuan ini mengajukan perceraian. Mereka lebih memilih memberikan surat cerai daripada mendapatkan cokelat di Hari Valentine.

"Daripada dikasih cokelat, mending memberikan surat cerai," kata Felder menjelaskan alasan kebanyakan orang yang mengajukan perceraian di 14 Februari.

Di sisi lain, pengacara Jacqueline Newman membenarkan fenomena ini. "Pada beberapa kasus, mereka yang terus memendam kekesalan akan memuncak pada Hari Valentine dengan memberikan surat cerai," katanya.

Tidak hanya di Hari Valentine, banyak juga yang memberikan surat cerai di hari kelahiran pasangannya, atau di hari pernikahan mereka. Itu semacam peringatan yang berarti mimpi buruk untuk pasangan.

Hari Valentine dengan memberikan surat cerai,

Pewarta New York Post pun diketahui mewawancarai beberapa orang yang mengajukan cerai di Hari Valentine. Menurut mereka, tanggal itu hanya kebetulan, bukan disengaja.

"Aku terkekeh," kata Jeffrey Hansen. "Jika aku memberi dua detik tentang Hari Valentine, aku akan berpikir itu berarti sesuatu."

"Aku akan sangat terkejut jika dia sengaja melakukannya," katanya tentang mantannya. "Dia bukan wanita yang sangat sentimental."

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini