nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baca Ini, Kalau Kamu Diundang Mantan ke Pernikahan Dia

Nada Husna, Jurnalis · Sabtu 15 Februari 2020 16:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 15 196 2169015 baca-ini-kalau-kamu-diundang-mantan-ke-pernikahan-dia-QCQUBjQeWR.jpg Saat mantan menikah (Foto: Laura Freeman/ The New York Times)

Dalam menjalin hubungan asmara memang tidak ada satu pun orang yang bisa menebak seperti apa akhir kisah cintanya. Ada yang berakhir bahagia dengan pernikahan dan bersama hingga akhir hayat.

Ada pula pasangan yang harus menelan pil pahit. Kisah cinta mereka kandas di tengah jalan, seperti pernikahan yang kandas atau bahkan pasangan yang tak pernah melangsungkan pernikahan sama sekali. Sebab sang mantan akhirnya malah memilih menikah dengan orang lain.

 putus cinta

Bagi orang yang putus dengan kekasihnya lalu mendengar kabar mantan ingin melangsungkan pernikahan dengan orang lain pasti ini hal yang mengejutkan. Apalagi jika kamu mendapatkan undangan untuk hadir ke acara tersebut.

Ada beberapa orang yang rela datang ke pernikahan mantan kekasih, meskipun sebenarnya hati masih sulit untuk menerima dan melepaskannya.

Namun ada juga yang tidak ingin ambil pusing dan melupakan undangan tersebut. Nah, ketika diundang oleh mantan kekasih,para jomblo sebaiknya datang atau tidak ya?

“Menurut saya tergantung kondisi psikologisnya. Kalau dia sudah move on dan kedatangannya tidak akan membawa dampak negatif secara psikologis bagi dirinya maupun orang lain, bagi saya tidak masalah jika datang,” kata Hersa Aranti, Psikolog Klinis Dewasa, Sabtu (15/2/2020).

Namun, terang Hersa, jika kamu belum bisa move on. Lalu kehadiran di sana akan menimbulkan dampak negatif. Seperti menjadi sangat sedih dan stres, atau bisa menimbulkan perbincangan atau polemik di kalangan keluarga, sebaiknya tak usah datang.

Jika memang kamu bersikukuh untuk tetap datang dan sampai membuatmu mengalami stres. Ia membagikan dua cara yang secara umum dapat membantu kamu menghadapi stres.

Pertama, fokus pada penyelesaian masalah yang menimbulkan stres. Kedua fokus pada pengaturan emosi negatif yang timbul saat stres.

“Pada kasus ini kan masalahnya sudah lewat, jadi mungkin yang bisa dilakukan adalah mengantisipasi bagaimana supaya kenangan buruk tidak terjadi lagi dan berusaha mengatur emosi negatif agar tak muncul saat mantan menikah,” ujar Hersa.

Kamu pun bisa mengatur emosi negatif dengan curhat ke teman, menulis buku diary, melakukan hal menyenangkan seperti traveling, mengingat hal positif yang dimiliki atau hal yang dapat disyukuri dalam hidup, serta memfokuskan pikiran ke masa saat ini dan perencanaan masa depan, bukan fokus ke masa lalu yang tidak bisa diubah.

Selain itu orang yang putus cinta juga bisa ke psikolog agar bisa berproses dengan lebih baik dalam mengobati patah hatinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini