nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Hanya Fisik, WHO Sebut Mental WNI Eks-Karantina Natuna Sehat

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 15 Februari 2020 20:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 15 481 2169095 tak-hanya-fisik-who-sebut-mental-wni-eks-karantina-natuna-sehat-KAPPWVwFiM.jpg Karantina Virus Korona. (Foto: Okezone)

MASA observasi yang harus dijalani 238 WNI dari Wuhan, China, telah berakhir hari ini. Semuanya telah kembali ke rumah masing-masing setelah mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.

Mereka yang telah berhasil diobservasi selama 14 hari di Lanud Raden Sadjad pun dinyatakan sehat seluruhnya. Tidak ada seorang pun yang memperlihatkan gejala COVID-19, semuanya sehat.

Upaya observasi WNI di Natuna ini pun diapresiasi Badan Kesehatan Dunia (WHO). Menurut WHO Representative for Indonesia Dr Paranietharan, pemerintah Indonesia telah bekerja sangat baik dalam mengobservasi WNI dari Wuhan ini.

"Menurut kami, pemerintah Indonesia sangat baik dalam melakukan observasi selama 14 hari di Natuna. Mereka semua pun sehat," kata Paranie, sapaannya, pada awak media di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.

Infografis

Paranie melanjutkan, pemerintah Indonesia bahkan tidak hanya memperhatikan kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mental. Ini juga poin penting yang diapresiasi WHO. Sebab, sambung Rani, sudah menjadi kewajiban juga untuk negara menjamin kesehatan mental warganya.

"Kesehatan mental mereka (WNI yang diobservasi di Natuna) pun sangat baik. Ini karena mereka mendapatkan aktivitas seperti olahraga dan kegiatan lain yang menyenangkan, terlebih dilakukan bersama-sama," ungkapnya.

Paranie menegaskan sekali lagi bahwa apa yang telah dilakukan pemerintah Indonesia dalam mengobservasi WNI dari Wuhan, China, sudah sangat baik. "Well done, saya pikir pemerintah Indonesia telah melakukan pekerjaannya dengan sangat baik," kata dia.

Sementara itu, Paranie pun ikut bahagia dan senang dengan kesehatan yang ditunjukan para WNI yang diobservasi di Natuna. Mereka berhasil melewatkan masa observasi selama 14 hari dengan baik.

Sebelumnya, Paranietharan memberikan pesan pada masyarakat agar selalu waspada dengan adanya penyakit tersebut. Pencegahan, adalah satu-satu cara yang bisa dilakukan, mengingat Covid-19 belum memiliki obat penawar.

"Mereka sudah boleh untuk bergabung ke masyarakat. Tapi masyarakat (Indonesia) tetap harus waspada, cuci lah tangan setiap hari," tutur dia.

Oleh karena itu, dia pun mengapresiasi langkah cerdas dari Kemenkes dan BNPN dalam upaya pencegahan serta karantina orang-orang dari Wuhan ini. Menurut dia, pemerintah Indonesia tetap harus mengirimkan sample jika memang ada yang terindikasi mengalami gejala Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini