nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Ilmiah Orang Indonesia Sulit Terpapar COVID-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 16 Februari 2020 09:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 16 481 2169192 alasan-ilmiah-orang-indonesia-sulit-terpapar-covid-19-i9QY1NQcBi.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SAMPAI sekarang, Indonesia masih dinyatakan bebas dari Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Padahal secara global, sudah sebanyak 67.169 orang dan lebih dari 1.500 jiwa meninggal dunia akibat COVID-19.

Banyak orang beranggapan bahwa ini karena tubuh orang Indonesia kebal akan penyakit. Contoh lain bisa dilihat dari 78 orang Warga Negara Indonesia (WNI) di kapal pinisi Diamond Princess yang terinfeksi COVID-19, mereka semua dinyatakan negatif.

menkes terawan

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, tidak adanya satu kasus COVID-19 di Indonesia itu berkat doa semua rakyat Indonesia. Sehingga masyarakat terlindung dari ancaman bahaya penyakit mematikan ini.

"Secara medis doa, semua karena doa. Saya yakin karena doa," ucapnya lantas tersenyum ke arah awak media di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Sabtu 15 Februari 2020.

Lebih lanjut, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI dr Anung Sugihantono menerangkan bahwa kebalnya orang Indonesia pada COVID-19, rupanya karena masyarakat Indonesia suka makan apa saja.

"Kita kan selalu makan tongseng, tong dimakan, seng dimakan. Ini yang mungkin bikin kebal," candanya.

Selanjutnya, Anung menerangkan kemungkinan alasan ilmiah terkait dengan tubuh orang Indonesia yang kebal COVID-19. Berdasarkan penjelasan ilmiah, ternyata terkait dengan faktor genetik.

dirjen anung

"Saya sampaikan, Kemenkes belum tahu, tapi kemungkinan ini karena faktor genetik. Dalam teori status kesehatan seseorang, ada pengaruh lingkungan, genetik, pelayanan kesehatan dan perilaku," terang Anung.

Anung menambahkan, dalam penularan virus juga harus dilihat tiga aspek yaitu agen, host dan lingkungannya. "Interaksi ini yang harus kami lihat lebih jauh lagi. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini