Cara Penuhi Nutrisi untuk Mempercepat Proses Kehamilan

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 16 Februari 2020 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 16 481 2169266 cara-penuhi-nutrisi-untuk-mempercepat-proses-kehamilan-ag7j4FwFA6.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ADA beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses kehamilan. Salah satunya setiap perempuan harus menjaga asupan nutrisinya setiap hari.

Dijelaskan Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr Thomas Chayadi, SpOG dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Puri Indah, makanan yang berpengaruh baik dalam terjadinya kehamilan, harus mengandung makronutrien dan mikronutrien seimbang. Ada beberapa nutrisi yang harus dipenuhi oleh calon ibu, seperti penjelasan berikut.

Calon ibu sangat membutuhkan makanan yang mengandung makronutrien. Biasanya berupa karbohidrat, protein, serat dan lemak, yang dapat diperoleh dari makanan pokok.

Lebih lanjut, Dokter Thomas pun membeberkan manfaatnya lewat keterangan tertulis yang diterima Okezone. Yuk simak, Moms!

Karbohidrat

bumil

Baik kualitas dan kuantitas, karbohidrat berpengaruh terhadap metabolisme. Karbohidrat dapat memengaruhi sensitivitas insulin pada individu yang sehat.

Namun, kurangi makanan yang mengandung indek glikemik tinggi, karena berisiko untuk mengalami gangguan ovulasi.

Serat

makanan berserat

Konsumsi serta cukup, tepatnya kurang dari 22 gram per hari. Jika lebih dari itu, dampaknya bisa menggangu ovulasi dengan normal.

Protein

Konsumsi protein tidak memengaruhi fungsi dari reproduksi. Selain itu, diperlukan juga untuk pembentukan sel, sehingga diet protein yang seimbang dibutuhkan. Makanan yang mengandung protein seperti daging sapi, ikan, ayam dan kacang-kacangan.

Lemak

Konsumsi lemak jenuh yang berlebih dapat menggangu sel telur. Namun, konsumsi asam lemak tak jenuh, terutama lemak tak jenuh ganda, dapat memperbaiki proses pembentukan sel telur.

Selain itu, Anda harus menghindari konsumsi lemak trans, karena berhubungan dengan resistensi insulin. Akibatnya dapat menggangu fungsi ovulasi.

Batasi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi. Seperti daging merah, susu dan produk susu berlemak tinggi, juga makanan berminyak lainnya.

Sementara itu, makanan yang mengandung lemak tak jenuh seperti alpukat, minyak zaitun, salmon dan kacang-kacangan (almond, walnut, hazelnut).

Untuk makanan yang mengandung lemak trans biasanya dikandung oleh burger, kentang goreng, ayam goreng, serta mentega.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini