nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gara-Gara COVID-19, Pengunjung London Fashion Week 2020 Alami Penurunan

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 10:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 17 194 2169526 gara-gara-covid-19-pengunjung-london-fashion-week-2020-alami-penurunan-qjOmqC2vTU.jpg London Fashion Week. (Foto: EPA)

SEJAK akhir Desember 2019 hingga sekarang, Februari 2020 wabah virus korona Wuhan atau COVID-19 masih berlanjut menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Apalagi virus COVID-19 ini sudah ditetapkan sebagai masalah darurat global.

Mengingat penyebarannya sudah terjadi di puluhan negara melintasi berbagai benua, Asia, Eropa hingga Timur Tengah. Jumlah korban terinfeksi hanya di China saja sudah mencapai angka sekira 63.000 orang, dengan angka korban kematian jiwa, sudah menembus angka sekitar 1.700.

Disitat Metro, Senin (17/2/2020), wabah COVID-19 ini pun jgua mengganggu sektor industri fesyen dunia. Contohnya pada salah satu perhelatan ajang pekan mode ternama dunia, London Fashion Week 2020 yang digelar mulai 14 Februari hingga 18 Februari 2020.

London Fashion Week 2020 yang digelar mulai 14 Februari hingga 18 Februari 2020.

Chief Executive dari British Fashion Council, sebagai pihak penyelenggara, Caroline Rush mengungkapkan bahwa wabah virus korona COVID-19 ini pastinya sangat memengaruhi pada jumlah pengunjung yang hadir di London Fashion Week.

Penyebab utamanya, karena wabah COVID-19 membuat jalur-jalur koneksi transportasi tertutup. Ditambah lagi, adanya penutupan pabrik-pabrik di China.

Meski dirundung kekhawatiran akan virus korona COVID-19, tapi penyelenggara pun melakukan upaya pencegahan lainnya seperti penyediaan hand sanitizer dan deep cleaning secara rutin.

Pihak penyelenggara London Fashion Week diketahui juga telah membuat sederet rencana, demi memastikan media-media China dan buyers dari China tetap memiliki akses untuk pemberitaan dan foto-foto di London Fashion Week 2020.

Caroline mengungkapkan, London Fashion Week akan memastikan para jurnalis China, pembeli dan para influencer tetap bisa bergabung di acara ini, tetap bisa membuat konten promosi dan berkomunikasi melalui platform media sosial China, seperti Weibo dan WeChat serta platform lainnya.

Turunnya jumlah pengunjung pekan mode London dari China ini, disebutkan berpotensi menjadi hantaman besar bagi para brand fesyen. Mengingat China, menurut Bain & Company, pada 2018 tercatat menyumbang sepertiga penjualan pasar mewah global.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini