nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sopir Taksi Jadi Korban Jiwa Pertama COVID-19 di Taiwan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 12:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 17 481 2169614 supir-taksi-jadi-korban-jiwa-pertama-covid-19-di-taiwan-XX3D6ClVsq.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PEMERINTAH Taiwan mengeluarkan laporan terbaru bahwa satu orang warganya meninggal dunia karena COVID-19. Ini menjadi kematian pertama yang terjadi di negara tersebut.

Dilansir dari The Guardian, korban jiwa pertama itu adalah seorang supir taksi. Ia menjadi 5 orang korban tewas COVID-19 yang terjadi di luar China sampai saat ini.

Menteri Kesehatan Taiwan Chen Shih-chung menyatakan bahwa pria berusia 61 tahun tersebut memiliki riwayat diabetes dan hepatitis B sebagai penyakit penyertanya. Hingga sekarang, ada 20 kasus COVID-19 terjadi di Taiwan.

B sebagai penyakit penyertanya. Hingga sekarang, ada 20 kasus COVID-19 terjadi di Taiwan.

Dijelaskan juga dalam laporan tersebut bahwa korban jiwa itu tidak melakukan perjalanan ke luar negeri baru-baru ini. Meski begitu, menurut laporan diketahui kalau klien si korban kebanyakan berasal dari Hong Kong, Makau, dan dataran China.

"Kami juga memastikan bahwa salah seorang anggota keluarganya mengalami COVID-19," ungkap Menkes Taiwan Chen.

Apa yang dialami si supir taksi ini menjadi bukti bahwa adanya penularan human to human di Taiwan. Meski sampai sekarang pemerintah Taiwan masih mencari tahu sumber utama penular virus korona baru (2019-nCoV).

"Sejauh ini kami belum dapat mengumpulkan riwayat kontaknya, jadi sekarang kami tengah melakukan penyelidikan komprehensif untuk dapat mencari sumber penular virus," kata Menkes Taiwan.

Otoritas kesehatan China menyatakan terdapat 1.933 kasus baru Covid-19 dengan 100 kematian yang tercatat pada Minggu, 16 Februari 2020. Angka tersebut menunjukkan kenaikan kasus baru sebesar 5% dari hari sebelumnya, tetapi jumlah kematian turun dari 139.

Pertambahan tersebut membuat total jumlah kasus covid-19 di Provinsi Hubei menjadi 58.182, dengan 1.696 kematian. Hampir 90% kasus baru terjadi di Ibu Kota provinsi Wuhan.

Di luar China, lebih dari 500 kasus telah dikonfirmasi, dengan lima korban meninggal dunia. Sebagian besar pasien yang terinfeksi adalah orang yang melakukan perjalanan dari kota-kota China.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini