Nonton TV Terlalu Dekat Bikin Mata Buta, Mitos atau Fakta?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 17 481 2169729 nonton-tv-terlalu-dekat-bikin-mata-buta-mitos-atau-fakta-dTF8mKlRkD.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Sejak zaman dulu, anak akan dinasihati untuk tidak menonton televisi terlalu dekat. Kekhawatiran ini dikaitan dengan kebutaan mata. Ya, mereka yang nonton TV terlalu dekat dianggap bakal mengalami kerusakan mata.

Makanya, orangtua akan bertindak tegas pada anak-anak mereka yang nonton TV terlalu dekat dan dalam durasi yang lama. Tapi, apakah kebiasaan ini benar menyebabkan masalah serius pada mata?

Diterangkan Dokter Spesialis Anak RS Awal Bros dr Robert Soetandio, SpA, efek langsung dari nonton TV terlalu dekat untuk waktu yang lama ialah merasa pusing dan merasakan mata lelah. Tetapi dampak itu bukanlah dampak permanen bahkan dampak itu akan hilang dalam beberapa waktu.

Bicara mengenai isu ini, maka mesti diketahui juga bahwa radiasi sinar-X yang dipancarkan televisi dapat merusak mata. Televisi layar cembung bisa memancarkan radiasi dengan kekuatan yang sangat kuat, yakni sekitar 10 ribu kali lipat dari batas aman bagi manusia.

"Karena alasan inilah jika kita terlalu dekat nonton tv, dikhawatirkan akan menyebabkan gangguan penglihatan. Sejak saat inilah anggapan bahwa televisi harus ditonton dari jarak yang jauh dan sebaiknya tidak ditonton lebih dari satu jam," terang dr Robert pada Okezone melalui pesan singkat, beberapa waktu lalu.

Nonton TV

Sementara itu, televisi modern yang memakai teknologi plasma atau LCD ternyata tak hanya dibuat demi merampingkan bentuknya saja. Televisi-televisi ini diolah agar tidak memancarkan cahaya dan radiasi yang berlebihan sehingga lebih aman bagi kesehatan mata kita. Meskipun begitu, ada baiknya kita tetap menjaga jarak saat menonton televisi agar tidak terlalu dekat.

"Penglihatan anak lebih mudah berfokus pada jarak dekat daripada jauh itulah salah satu alasan anak-anak menyukai duduk di depan televisi. Makin berkembangnya anak, kemampuan untuk fokus pada jarak jauh pun mulai berkembang," sambungnya.

Oleh karena itu, makin dewasa kemampuan menonton televisi dari jarak jauh lebih mudah. Tetapi tentunya jika anak terus menonton dari dekat kita juga harus waspada.

"Jangan kita langsung bilang 'itu normal', karena penglihatan anak masih berkembang untuk fokus penglihatan jarak jauh. Bisa saja dia suka menonton televisi dari dekat karena dia memiliki rabun jauh dari dia kecil. Sebaiknya, kita membawanya ke dokter mata untuk pengecekkan dan tidak langsung memarahi mereka," tambah dia.

Dokter Robert coba menerangkan lebih jauh, menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), menonton televisi dari dekat ataupun jauh tidak akan merusak mata anda, tetapi menonton tv dalam jarak dekat untuk waktu lama dapat menyebabkan beberapa gangguan:

1. Sindrom mata lelah

Sindrom mata lelah bisa menyebabkan gejala seperti mata perih, mata berair, hingga kepala pusing. Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya, namun jika kita merasakannya saat menonton televisi, sebaiknya segera mematikan peralatan elektronik ini agar mata bisa segera beristirahat.

Selain itu, kita juga bisa berhenti menggunakan gawai untuk sementara, memejamkan mata, hingga menikmati pemandangan alam agar mata bisa beristirahat.

Mata Lelah

2. Memicu penyempitan pembuluh darah pada mata

Mata yang lelah akibat menonton televisi dalam jarak terlalu dekat juga rentan mengalami penyempitan pembuluh darah mata.

3. Mata tegang dan kering

Jarak menonton televisi yang terlalu dekat juga bisa membuat mata tegang dan kering akibat jarang berkedip. Sehingga meskipun anak kita diperbolehkan melihat TV jarak dekat, tapi kita harus membatasi waktunya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini