Lahir saat Perang Dunia Ke-II, Ini Napak Tilas Gucci

Annisa Ratna Setiawati, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2020 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 18 194 2170379 lahir-saat-perang-dunia-ke-ii-ini-napak-tilas-gucci-pfiXhKc7ie.jpg Koleksi Gucci. (Foto: Instagram/@gucci)

Berbagai desain ikonik Gucci pasti memiliki cerita. Di balik itu, ada juga alasan yang membuat harga jual item fashion ini selalu mahal.

House of Gucci ditempatkan di Florence oleh Guccio Gucci, hampir 100 tahun yang lalu di Italia, tepatnya pada 1921. Guccio Gucci pernah bekerja di Savoy Hotel London, kemudian ingin membawa citarasa bangsawan Inggris ke perusahaan barang dan koper kulitnya.

gucci

Pertama kalinya desain tapal kuda ditonjolkan dalam berbagai produk fasion, kemudian ditawarkan kepada klien pertamanya. Kliennya itu merupakan seorang bangsawan yang sedang mencari perlengkapan berkuda.

Detailnya bahkan terdapat di sepatu Gucci yang menempati tempat di Institut Kostum, di Museum Seni Metropolitan, New York.

Dilansir dari Thelist, Selasa (18/2/2020), ketika bamboo bag lahir pada tahun 1940-an selama Perang Dunia II, kulit sulit didapat. Sehingga sang desainer harus menggunakan bahan lain seperti linen dan tongkat.

Selain itu, Anda akan menemukan salah satu alasan mengapa Gucci begitu mahal. Gucci juga seakan memberi sinyal bahwa pemilik produk ini seringnya dari orang-orang berkelas. Umumnya pula produk ini dijual di tempat-tempat eksklusif.

Sebagai merek fashion, Gucci menaruh perhatian pada sumber bahan bakunya yang tidak mungkin dilihat konsumen dengan cepat. Dari sana merek-merek mewah seperti Gucci, pergi ke desainer hebat sehingga memakan biaya yang cukup besar.

gucci

Alber Elbaz,  desainer Lanvin, mengatakan kepada The New Yorker, mengerjakan satu koleksi Gucci, lamanya sama seperti membuat vaksin. "Mengerjakan koleksi, bagi saya hampir seperti membuat vaksin," katanya.

Ketika sudah selesai membuat produk, akan ada biaya besar untuk pemasaran yang perlu dipertimbangkan. Misalnya saja untuk satu t-shirt Gucci bisa dibanderol USD600 atau setara Rp8,2 jutaan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini