nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Minta Pasien Sembuh COVID-19 Sumbangkan Plasma Darah untuk Pengobatan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2020 13:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 18 481 2170255 china-minta-pasien-sembuh-covid-19-sumbangkan-plasma-darah-untuk-pengobatan-kEIOD94Q81.jpg China minta pasien sembuh COVID-19 donor plasma darah untuk pengobatan (Foto : Arabnews)

Kementerian kesehatan China telah mendesak pasien yang telah pulih dari virus COVID-19 untuk menyumbangkan darahnya. Darah tersebut akan diambil plasmanya untuk diekstraksi dalam upaya mengobati orang lain yang sedang kritis.

Seperti diketahui saat ini pembuat obat sedang berlomba untuk mengembangkan vaksin untuk mengobati epidemi COVID-19 yang telah menewaskan lebih dari 1.770 orang. penyakit ini juga menginfeksi lebih dari 70.500 orang di seluruh China.

Plasma dari pasien yang telah pulih dari COVID-19 telah mengandung antibodi. Hal ini dapat membantu mengurangi viral load pada pasien COVID-19 yang sedang kritis. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu pejabat dari Komisi Kesehatan Nasional China belum lama ini.

“Saya ingin membuat panggilan ke semua pasien yang sembuh untuk menyumbangkan plasma mereka sehingga dapat membawa harapan bagi pasien yang kritis,” terang Kepala Departemen Administrasi Medis NHC, Guo Yanhong, melansir dari Arab News, Selasa (18/2/2020).

Donor Darah

Saat ini 11 pasien di salah satu rumah sakit di Wuhan telah menerima infus plasma pada pekan lalu. Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala Pusat Biologi di Kementerian Sains dan Teknologi, Sun Yanrong.

“Satu pasien di antara mereka sudah keluar. Satu pasien bisa turun dari tempat tidur dan berjalan dan yang lainnya telah pulih,” terang Yanrong.

China National Biotec Group Co, mengatakan dalam salah satu postingan di akun resmi WeChat bahwa pasien yang sakit parah dan telah menerima infus plasma berhasil membaik dalam kurun waktu 24 jam.

“Studi klinis telah menunjukkan bahwa menyuntikkan plasma (dari pasien yang pulih) terbukti aman dan efektif,” lanjutnya.

Di sisi lain, Kepala Dokter di Peking University First Hospital, Wang Guiqiang mengatakan para pasien yang telah pulih (pendonor) akan menjalani tes untuk memastikan bahwa mereka tidak membawa virus lainnya.

“Hanya plasma yang diambil, tidak semua darah. Komponen lain dari darah termasuk sel darah merah, trombosit akan diinfuskan kembali ke pendonor,” ucap Wang.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini