Jantung Koroner, Penyakit Warisan yang Bisa Serang Anak Muda

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2020 20:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 18 481 2170519 jantung-koroner-penyakit-warisan-yang-bisa-serang-anak-muda-NFIkaY0Amd.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KABAR meninggalnya Ashraf Sinclair membuat masyarakat Indonesia terkejut. Bagaimana tidak? Suami dari penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) ini meninggal dunia di usia produktif dan masih relatif muda yakni, 40 tahun.

Menurut laporan manajer BCL, Doddy, Ashraf Sinclair meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung. Hal tersebut sontak menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Apakah benar penyakit jantung bisa terjadi pada usia muda? Apalagi mendiang dikenal hobi berolahraga?

Dokter jantung Indonesia, dr Vito Damay, SpJP(K), FIHA, FICA dari Siloam Hospitals, tidak memungkiri kematian di usia muda memang seringkali dikaitkan dengan penyakit jantung. Namun yang perlu diketahui, sebenarnya termasuk penyakit jantung jenis yang mana?

Vito menjelaskan bahwa penyakit jantung koroner adalah jenis penyakit jantung yang mungkin paling umumn dan dikenal luas oleh sebagian besar orang. Ini wajar, mengingat penyakit jantung koroner adalah penyakit yang mendasari kejadian serangan jantung.

mengingat penyakit jantung koroner adalah penyakit yang mendasari kejadian serangan jantung.

"Penyakit Jantung Koroner bukan tidak mungkin diderita oleh orang usia muda. Faktor genetik atau keturunan adalah salah satu alasan yang mempercepat proses penyempitan pembuluh darah jantung," ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (18/2/2020).

Selain itu, penyakit ini dapat diperberat oleh faktor risiko penyakit jantung koroner lain yang muncul prematur dan tidak terkontrol misalnya penyakit kencing manis (gangguan regulasi gula darah, diabetes melitus), kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi dan kegemukan.

Kebiasaan merokok juga menjadi salah satu faktor risiko yang dapat memperberat proses penyakit ini. Dengan demikian, kasus serangan jantung memang dapat saja terjadi pada usia muda, dibawah 45 tahun pada laki-laki atau dibawah 55 tahun pada perempuan.

Vito menambahkan, selain serangan jantung, terdapat jenis gangguan jantung lain yang dapat menyebabkan kematian mendadak dan sering kali disalah artikan sebagai serangan jantung.

Hal ini cukup membingungkan masyarakat, terutama bila menimpa seseorang yang terlihat bugar, sehat dan rajin olahraga. Padahal ada kemungkinan kematian mendadak ini disebabkan oleh jenis gangguan jantung lain, bukan akibat penyakit jantung koroner.

"Gangguan irama jantung yang mematikan dapat terjadi karena kelainan genetik (bawaan) atau kelainan struktur jantung bawaan. Gangguan irama jantung mematikan pada kardiomiopati hipertrofi menjadi penyebab henti jantung mendadak pada usia muda," jelas Dokter Vito, dikutip langsung dari situs resminya doktervito.com.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini