nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Brugada Syndrome, Kelainan Irama Jantung yang Sebabkan Kematian

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2020 20:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 18 481 2170530 mengenal-brugada-syndrome-kelainan-irama-jantung-yang-sebabkan-kematian-1X9emhlyET.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT jantung memang bisa menyerang siapa saja, baik orang tua maupun yang muda. Kebiasaan merokok juga menjadi salah satu faktor risiko yang dapat memperberat proses penyakit ini.

Kasus serangan jantung memang dapat saja terjadi pada usia muda, di bawah 45 tahun pada laki-laki atau di bawah 55 tahun pada perempuan. Selain itu, penyakit ini dapat diperberat oleh faktor risiko penyakit jantung koroner lain, yang muncul prematur dan tidak terkontrol.

Dokter jantung Indonesia, dr Vito Damay, SpJP(K), FIHA, FICA dari Siloam Hospitals mengatakan, ada beberapa penyakit yang bisa memicu misalnya penyakit kencing manis seperti gangguan regulasi gula darah, diabetes melitus, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi dan kegemukan.

penyakit tersebut bisa menimpa seseorang yang terlihat bugar, sehat dan rajin olahraga.

Tapi tidak hanya jantung koroner saja, terdapat jenis gangguan jantung lain yang dapat menyebabkan kematian mendadak dan sering kali disalahartikan sebagai serangan jantung yakni gangguan irama jantung

Gangguan irama jantung yang mematikan, dapat terjadi karena kelainan genetik bawaan atau kelainan struktur jantung bawaan. Akibatnya, penyakit tersebut bisa menimpa seseorang yang terlihat bugar, sehat dan rajin olahraga.

Vito mengatakan, penyakit-penyakit jantung tersebut tidak didapati penyakit yang menjadi faktor risiko atau gejala-gejala penyakit jantung koroner seperti yang disebut di atas. Orang tersebut juga umumnya dalam kondisi relatif sehat atau bahkan terjadi pada seorang atlet.

"Namanya brugada syndrome, dan hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan EKG (elektrokardiogram)," kata Dokter Vito seperti dikutiip dari situs doktervito.com.

"Inilah pentingnya melakukan skrining kesehatan jantung sehingga kelainan jantung dapat dideteksi sejak dini. Pasalnya, orang yang punya gangguan irama jantung bawaan bisa meninggal mendadak saat tidur," tambah dia.

Menurutnya, seseorang bisa saja tiba-tiba mengalami henti jantung dengan kejadian yang relatif singkat. Kasus henti jantung ini biasanya terjadi saat aktivitas fisik atau sedang tertidur pulas, tergantung dengan jenis kelainan jantung yang dimilikinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini