nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perokok Lebih Mudah Terkena Virus Korona?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2020 22:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 18 481 2170573 perokok-lebih-mudah-terkena-virus-korona-ulcHkWKkoP.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT COVID-19 yang disebabkan oleh Virus Korona Wuhan, memang membuat banyak orang khawatir. Memang saat ini belum ada obat yang mumpuni untuk mengobati penyakit tersebut.

Oleh karena itu, salah satu cara yang dilakukan untuk mengobati pasien yang tertular adalah dengan menjaga daya tahan tubuh dan mencuci tangan. Nah, salah satu yang membuat daya tahan tubuh orang lebih rentan adalah rokok.

Lantas, apakah merokok membuat seseorang lebih rentan terhadap coronavirus?

Lantas, apakah merokok membuat seseorang lebih rentan terhadap coronavirus?

Direktur Eksekutif Health Emergencies Program dari World Health Organization (WHO) mengatakan, hal ini menjadi terori yang beredar di kalangan masyarakat.

"Ini adalah hipotesis yang sangat baik. Sudah diketahui bahwa penyakit ini cenderung lebih parah pada perokok, jadi masuk akal bahwa merokok akan dikaitkan dengan kasus virus corona yang lebih serius," kata dia seperti dilansir dari nbcnews.

Ryan mengakui ada perbedaan nyata antara pria dan wanita dalam wabah ini dalam hal keparahan. "Di China, tingkat merokok lebih tinggi pada pria, daripada wanita," tambahnya.

Meski demikian, dia masih belum memastikan apakah hipotesis itu benar atau tidak, karena masih harus dilihat sebagai wabah yang terus berkembang.

"Saya yakin melalui studi dan pengamatan yang terjadi, akan ada banyak studi untuk melihat merokok sebagai faktor risiko," kata Ryan.

Komisi Kesehatan Nasional China, penduduk yang terinfeksi virus corona sampai hari ini bertambah 98 orang. Hal itu membuat jumlah warga mereka yang meninggal akibat virus tersebut mencapai 1.869 orang.

Jumlah penduduk China yang terinfeksi virus korona pun tercatat mencapai 72.436 orang. Sedangkan total penduduk di dunia yang terkena virus itu mencapai 73.325 orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini