nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dari Jerawat hingga Kulit Kasar, Ini Efek Terlalu Sering Konsumsi Boba

Adityo Bagas, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2020 11:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 18 611 2170170 dari-jerawat-hingga-kulit-kasar-ini-efek-terlalu-sering-konsumsi-boba-onZ1eSNIxp.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BUBBLE tea atau yang biasa disebut dengan boba, minuman hits yang banyak dikonsumsi masyarakat saat ini, terutama pada remaja wanita. Boba juga kerap digabung pada minuman teh dan cappucino sebagai topping untuk pelengkap dari minuman tersebut.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, boba memang tengah populer. Pada awalnya, boba dikenalkan di negara Tiongkok. Karena keunikan dari rasanya, boba kini menyebar ke seluruh negara, termasuk Indonesia.

Tapi, yang harus diperhatikan adalah meski rasanya enak, ternyata boba mempunyai beberapa efek samping jika kita terlalu banyak mengonsumsinya. Satu boba sendiri mengandung gula olahan sebanyak 50 gram dan sekitar 500 kalori.

Disitat healthessentials, berikut dampak negatif boba bagi kulit, jika dikonsumsi secara berlebihan.

Jerawat

Boba memiliki lebih dari sekedar campuran kimia yang penuh kalori kosong, dan terdiri dari bahan-bahan seperti gula, tapioka, dan susu, yang akan berdampak pada kulit wajah kita.

Kulit seseorang mungkin saja tidak dapat toleran dengan laktosa dan hormon dalam susu, yang cepat bereaksi dengan testosteron di tubuh, yang meningkatkan produksi sebum atau zat berminyak yang bekerja untuk menyumbat pori-pori di kulit yang mengakibatkan jerawat.

dan daerah yang paling timbul jerawat adalah leher, wajah, dan dada.

Kelebihan boba menciptakan ketidakseimbangan dan menghasilkan panas ekstrem dalam tubuh yang memicu jerawat, dan daerah yang paling timbul jerawat adalah leher, wajah, dan dada.

Gula dan rasa manis yang berlebihan akan menimbulkan peradangan kronis di seluruh tubuh, yang memicu lebih banyak rasa sakit dan kemerahan pada kulit, di samping itu juga akan berpengaruh pada sel darah putih yang ada di tubuh seseorang. Sel darah putih yang rendah dalam tubuh membuat Anda rentan terhadap bakteri penyebab jerawat yang mengintai di kulit.

Peradangan

Kelebihan gula dalam boba menghasilkan lonjakan insulin, yang membantu dalam menstabilkan kadar gula darah seseorang. Ketika insulin melonjak, peradangan ini dapat memburuk kondisi yang menyebabkan infeksi kulit seperti eksim, rosacea, psoariasis, dan jerawat.

Merusak kolagen dan elastin

Konsumsi gula berlebihan akan menghasilkan peningkatan kadar insulin yang memicu peradangan kronis dan stres oksidatif. Selama proses glikasi, akan ada zat baru yang muncul, yaitu AGEs atau produksi akhir dari glikasi.

AGE ini sangat merusak, dan ini merupakan enzim yang memecah dan melemahkan serat elastin dan kolagen, yang secara tidak langsung akan menyebabkan kulit berkerut, kusam, dan kendur.

 yang secara tidak langsung akan menyebabkan kulit berkerut, kusam, dan kendur.

Memperburuk alergi

Boba sangat memicu reaksi alergi dan kondisi kulit yang meradang seperti eksim, atau yang dikenal dalam bahasa medisnya yaitu dermatitis atopik. Peningkatan kondisi eksim ini menyebabkan iritasi kulit, bercak kulit yang kasar mulai muncul, dan ruam gatal yang lepuh perlahan timbul keluar.

Gula menekan sel darah putih dan menstimulasi peradangan, maka kemampuan tubuh untuk melawan agen pembawa infeksi akan menurun dan tubuh tidak mampu melawan dengan kuat, bahkan alergen yang ringan sekalipun.

Kulit kasar

Kandungan gula yang tinggi dalam boba akan mematahkan manfaat nutrisi bagi kulit dan kesehatan secara keseluruhan bagi tubuh, termasuk juga beberapa efek buruk yang dibawa oleh tapioka dan serat gula tersebut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini