nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Mitos Salah Seputar Penyakit Jantung, Salah Satunya soal Rokok

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 10:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 19 481 2170705 3-mitos-salah-seputar-penyakit-jantung-salah-satunya-soal-rokok-RD2ddkSrKy.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEBAGIAN besar kematian masyarakat di dunia disebabkan oleh serangan jantung. Ya, penyakit ini bisa mengambil nyawa siapa saja dengan sangat cepat.

Selain itu, faktor genetik dan pola hidup yang tidak sehat disinyalir menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami gangguan kesehatan jantung.

Tapi, ada beberapa pendapat salah yang sering dikaitkan dengan penyakit jantung. Merangkum dari Health Harvard, berikut mitos-mitos seputar penyakit jantung yang wajib Anda ketahui.

Anda merokok, atau berapa banyak rokok yang dikonsumsi dalam satu hari.

Berhenti merokok tak mengurangi risiko penyakit jantung

Manfaat berhenti merokok dapat langsung dirasakan mulai saat Anda menghentikannya. Manfaat dari berhenti merokok tidak memandang berapa pun usia Anda, berapa lama Anda merokok, atau berapa banyak rokok yang dikonsumsi dalam satu hari.

Hanya satu tahun setelah berhenti, risiko serangan jantung Anda akan turun sebesar 50 persen, sementara dalam 10 tahun hasilnya sama seperti Anda tidak pernah merokok.

Penyakit jantung adalah penyakit pria

Pendapat penyakit jantung adalah penyakit milik kaum Adam hanyalah mitos belaka. Terbukti sejak 1984 lebih banyak wanita daripada pria yang meninggal setiap tahun, akibat penyakit jantung.

Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian pada wanita di atas usia 65 tahun, selain itu penyakit jantung juga menjadi pembunuh utama pria.

Konsumsi sedikit lemak jika miliki penyakit jantung

Seseorang memang harus mengonsumsi makanan rendah lemak jenuh. Beberapa di antaranya adalah hidrogenasi lemak, dan lemak trans.

Tetapi lemak lain, terutama lemak tak jenuh dalam minyak nabati dan makanan lainnya, juga sangat bermanfaat. Padahal, mengonsumsi ikan tinggi asam lemak omega-3, seperti salmon, dua kali seminggu juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini