Apa yang Terjadi Jika Indra Penciuman Kita Berhenti Berfungsi?

Mas Haidar, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 19 481 2170973 apa-yang-terjadi-jika-indra-penciuman-kita-berhenti-berfungsi-kwGdY40TDJ.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

INDERA penciuman ternyata menentukan kesehatan tubuh. Anda tidak boleh menyepelekan, saat sulit mencium bau sesuatu yang ada di lingkungan sekitar.

Bayangkan ketika Anda berjalan melewati toko roti dan tidak bisa mencium aroma menggoda dari roti yang baru dipanggang atau melewati tumpukkan sampah dan tidak mencium bau yang sangat menjijikan itu. Di satu sisi menguntungkan, namun di sisi lainnya bisa merugikan.

indera

Dilansir Okezone dari Metro, kehilangan indera penciuman ternyata memiliki efek cukup besar bagi kesehatan. Bahkan saat Anda sulit mencium bau, jauh lebih berbahaya loh.

Profesor Rhinologi dan Olfaktologi di Universitas East Anglia, Carl Philpott, mengatakan, masalah ini memang terkesan sepele, tetapi butuh ditanggapi lebih serius. Selama masa studinya, Prof Philpott menemukan orangtua yang memiliki anak kecil. Kemudian orangtua itu tak bisa mencium bau popok yang sudah penuh, sehingga tidak cepat diganti.

"Seorang ibu merasa sulit menjalin ikatan dengan bayinya karena dia tidak bisa mencium baunya," ujarnya.

Dia dan timnya telah meneliti 71 orang yang memiliki masalah penciuman. Peneliti melaporkan kurangnya penciuman mereka berdampak pada kesehatan mental, serta kemampuan untuk menahan hubungan dan kesehatan fisik.

"Masalah penciuman mempengaruhi sekira 5% populasi dan mengubah cara mereka memandang bau," katanya.

Dalam studi dari Universitas Teknologi Dresden juga menemukan, jika seseorang dengan sensitivitas yang lebih tinggi terhadap bau, cenderung memiliki hubungan seks yang lebih menyenangkan. Kemudian perempuan dengan indera penciuman yang lebih baik, lebih sering orgasme selama hubungan seksual.

Selain itu, Prod Carl mengatakan, kehilangan indra penciuman merupakan salah satu faktor risiko untuk mati muda. Ia meneliti lebih dari 3.000 orangtua dengan disfungsi penciuman.

Ditemukan bahwa tingkat kematian mereka yang mengalami anosmia (kelainan indera penciuman), empat kali lebih tinggi daripada mereka yang memiliki indera penciuman normal. Anosmia dapat disebabkan oleh hal-hal lain, seperti trauma kepala, diabetes, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan penyakit kronis lainnya serta cedera.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini