Kenapa Bayi dalam Kandungan Bisa Kena Virus Korona?

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 19 481 2170993 kenapa-bayi-dalam-kandungan-bisa-kena-virus-korona-ZLKTmmSWRT.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

PENYEBARAN virus korona yang menyebabkan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) terus bertambah. Ibu hamil salah satu kelompok orang rentan tertular COVID-19.

Data terakhir kasus COVID-19, Rabu (19/2/2020), menewaskan lebih dari 1.800 orang, dengan jumlah total kasus yang dikonfirmasi naik lebih dari 73.332 kasus.

bumil

Selain lansia dan orang yang punya riwayat penyakit, perempuan yang tengah mengandung bayi, juga rentan tertular COVID-19. Misalnya saja pada 2 Februari 2020 lalu di China, seorang ibu hamil tertular COVID-19, kemudian telah melahirkan bayinya.

Sekira 30 jam setelah lahir, sang bayi langsung menjalani tes pemeriksaan. Sebagaimana keterangan dari Zeng Lingkong, selaku kepala dokter departemen kedokteran neonatal Rumah Sakit Anak Wuhan, bayi tersebut terkonfirmasi tertular COVID-19. Lantas, apa ya sebabnya?

Konsultan Paru Sub Infeksi RSUP Persahabatan dr Erlina Burhan, M.Sc, SpP (K), menjelaskan, kemungkinan alurnya dimulai dari plasenta. Mengingat, bayi memperoleh makanan selama berada di dalam kandungan dari plasenta.

“Kasus bayi yang 30 jam itu ya? Itu kemungkinan dari plasenta. Virus itu kan dari saluran pernafasan lalu ke sistem pembuluh darah. Nah, bayi kan makannya dari tali pusat dengan plasenta,” tutur dr Erlina Burhan, M.Sc, SpP (K), saat ditemui Okezone, Rabu (19/2/2020) dalam gelaran "Cegah Corona dengan Perkuat Sistem Kekebalan Tubuh”, di Menteng, Jakarta Pusat.

Namun kemungkinan ini, ditegaskan oleh Dokter Erlina, belum bisa dikatakan pasti. Atau diartikan ibu hamil yang positif terjangkit COVID-19, otomatis akan menularkan kepada bayi yang ia kandung.

Karenanya, dr Erlina menambahkan, sejauh ini kasus seperti itu tidak banyak. Yang jelas virus itu bisa masuk ke pembuluh darah.

“Otomatis kena ke bayinya? Bisa, ada kemungkinan dan satu (kasus) sudah terbukti kan. Kita enggak bisa bilang kemungkinannya besar, kasusnya enggak banyak. Tapi bahwa virus itu bisa ke pembuluh darah, iya,” singkatnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini