Ingat, Vitamin C 1000 Gram Tidak Boleh Diminum Setiap Hari

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 19 481 2171044 ingat-vitamin-c-1000-gram-tidak-boleh-diminum-setiap-hari-V7iSvFHQi6.jpg Vitamin C (Foto: News Spring Wellness Center)

Vitamin C biasanya jadi salah satu jenis vitamin yang dipilih oleh banyak orang, sebagai asupan tambahan dalam menjaga kesehatan.

Mengonsumsi vitamin C misalnya saat tubuh terasa tidak fit, mau sakit, sedang sangat lelah, atau saat cuaca buruk. Dikonsumsi dengan tujuan agar tubuh tetap fit dan sehat, sehingga tidak jadi jatuh sakit.

 vitamin c

Perihal konsumsi vitamin C, tidak disangkal mungkin sebagian dari kita memilih mengonsumsi vitamin C 1000 gram. Makin tinggi tingkat vitamin C nya, makin rutin dikonsumsi, maka tubuh semakin sehat. Begitu anggapan yang banyak beredar di kalangan masyarakat awam.

Padahal anggapan di atas adalah hal yang keliru loh! Mengacu pada keterangan yang disebutkan oleh Prof. Dr Iris Rengganis, SpPD-KAI, sebetulnya vitamin C dosis tinggi seperti ini tidak untuk dikonsumsi setiap hari.

“Vitamin C 1000gram hanya untuk kondisi tertentu, kalau sudah sakit, capek, atau untuk penyembuhan operasi biasanya orang memberikan yang lebih. Tapi enggak boleh tiap hari 1000gram ini,” tutur Profesor Iris, kala dijumpai di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).

Segala sesuatu yang dikonsumsi berlebihan, hakikatnya memang tidak baik. Termasuk takaran konsumsi vitamin sekalipun. Dampak negatif dari over-consume ini diketahui lebih lanjut bukan hanya berefek pada daya tahan tubuh yang bisa menjadi kebal.

Tetapi juga sifatnya hanya dibuang percuma pada akhirnya, atau dengan kata lain yang dikonsumsi tidak terserap dan tidak menimbulkan manfaat untuk kesehatan tubuh.

“Terbuang lagi, tubuh butuhnya hanya sekian, dikasih 1000 gram, tetap kebuang percuma. Kecuali pada saat sakit, ya butuh tinggi anti-oksidannya, itu baru kita bisa dua-tiga hari sampai seminggu, kita butuh. Setelah itu biasa saja, jadi jangan dibiasakan. Kalau jadi kebiasaan, daya tahannya nggak ngaruh, padahal sebenarnya sistem imun bekerja terus,” tutup Profesor Iris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini